Harimau Liar di Sosopan, Berhasil ditangkap tim gabungan BKSDA Sumut, TNI dan POLRI

  • Whatsapp
Harimau Sumatera Liar masuk dalam perangkap jebak, diamankan oleh tim gabungan, dari personel BBKSDA Sumut, personel TNI dari Makoramil 07 Sosopan, personel Kepolisian dari Mapolsek Sosopan dan masyarakat sekitar Desa Huta Bargot, Kecamatan Sosopan, Selasa (16/7),

MITRAPOL.com, Padang Lawas – Harimau sumatera (HS) liar yang sempat meresahkan warga di Desa Huta Bargot dan sekitar di Kecamatan Sosopan beberapa waktu lalu, telah berhasil ditangkap oleh tim gabungan dari personel BBKSDA Sumut, TNI dari Makoramil 07 Sosopan dan personel Kepolisian dari Mapolsek Sosopan, Selasa (16/7) pagi.

Kepala Seksi BBKSDA Sumut wilayah VI Darmawan mengatakan harimau sumatera liar tersebut, masuk dalam perangkap yang telah dipasang beberapa waktu hari lalu, sekitar jam 03:30 WIB pagi hari (Selasa, 16/7). Sebelum masuk perangkap, di ceritakannya, harimau itu, sempat memangsa ayam ternak warga di Desa itu. Setelah mengetahui kejadian itu, pihaknya bersama tim melakukan penyisiran dan menemukan harimau tersebut sudah masuk dalam perangkap.

Lebih lanjut, saat ini harimau liar tersebut, sedang dievakuasi menuju pusat rehabilitasi harimau sumatera di Dhalmasraya. Kondisi harimau itu, mengalami luka di bagian kaki kananya.

Tekait keberhasilan penangkapan harimau ini, dia mengucapkan terima kasih kepada Danramil 07 Sosopan Syafaruddin dan anggotanya, serta pihak Mapolsek Sosapan, masyarakat dan Pemerintah Desa setempat yang telah membantu pihaknya, selama penacarian harimau tersebut.

Untuk mengantisipasi kejadian yang sama, dia menghimbau sekaligus berharap, agar seluruh masyarakat di wilayah kecamatan itu, khususnya di Desa tersebut dan Desa sekitarnya, termasuk Desa Sirairan, Kecamatan Ulu Barumun, supaya jangan melakukan perbuatan yang dapat memicu konflik seperti itu, terjadi kembali. Dicontohkannya, seperti merusak tempat habitat harimau liar dengan melakukan penebangan kayu ilegal dan memasang jebakan liar yang dapat memicu konflik terjadi.

“Semoga kejadian konflik harimau dengan masyarkat ini adalah yang terakhir. Untuk itu kiranya masyarakat jangan lakukan kegiatan yang dapat memicu konflik kembali,” harapnya.

 

 

Reporter : MS. Hasibuan

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *