Kondisi harimau sumatera yang masuk perangkap oleh Tim BBKSDA Sumut

by -46 views

MITRAPOL.com, Padang Lawas – Kondisi Harimua Sumatera (HS) yang masuk dalam perangkap jebak oleh tim BBKSDA Sumut di Desa Huta Bargot, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas (Palas) pada beberapa waktu yang lalu, sudah mulai membaik, setelah dilakukan perawatan, pengobatan secara khusus oleh tim medis Dhalmasraya di Sumatera Barat (Sumbar). Dimana terdapat luka pada kaki sebelah kanan HS jantan berusia lima tahun itu, akibat kawat jerat dan telah dilakukan pelepasan atau pengangkatan material kawat tersebut oleh tim medis. Demikian disampaikan oleh Darmawan Kepala seksi BBKSDA Wilayah VI Sumut. Jumat (19/7).

“Mudah-mudahan kondisi HS mulai membaik, tapi harus tetap dipantau selama 24 jam oleh tim medis hingga 14 hari kedepan,” kata Darmawan.

Menanggapi terkait kejadian amukan harimau liar yang sempat memakan korban satu orang warga Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun (ASH), hingga meninggal dunia dan satu orang warga Desa Pagaranbira Jae, Kecamatan Sosopan (FH) yang sempat dirawat di rumah sakit, akibat luka cakaran dan gigitan di bagian kepala, leher dan pundaknya beberapa waktu lalu.

Gunamawan menyebutkan, tidak dapat memastikan bahwa harimau yang sudah dirawat oleh tim medis Dhalmasraya itu, adalah sebagai pemangsa kedua orang korban tersebut. Namun dia juga membenarkan, adanya isu yang beredar bahwa harimau pemangsa FH warga Desa Pagaranbira Jae beberapa waktu lalu itu, kondisi kakinya pincang saat berjalan.

“Kita tidak bisa pastikan ini harimau yang sama pemangsa dua korban itu,” sebut Gunawan, sembari menyatakan pihaknya, beraharap agar kejadian konflik antara harimau dengan masyarakat, di wilayah Palas tidak terulang lagi.

Dikesempatan ini, dia kembali mengingatkan, dan berpesan, agar masyarakat di wilayah Kecamatan Sosopan dan Ulu Barumun Palas, supaya jangan melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dengan harimau kembali. Dicontohkannya, seperti harimau yang saat sedang dirawat ini.

Dia menduga terjadinya amukan harimau itu beberapa waktu lalu, hingga memangsa satu ekor monyet dan ayam ternak warga di Desa Huta Bargot, Kecamatan Sosopan, akibat luka yang dideritanya, disebabkan kawat jerat liar orang yang tidak bertanggung jawab. Hingga menyebabkan harimau tersebut, tidak bisa melakukan aktivitas sebagai mana biasa, dikawasan hutan habitatnya.

“Jangan lagilah melakukan kegiatan yang memicu konflik dengan harimau, seperti jerat liar dan penebangan hutan ilegal”. Pesannya. Dan menambahkan ucapan turut berduka kepada kedua keluarga korban penyerangan harimau beberapa waktu lalu, yakni almarhum ASH dan FH.

 

 

Reporter : MS Hasibuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *