Facebook dan WhatsApp meningkatkan angka perceraian di Halteng

by -91 views

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Angka penceraian di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), setiap tahun meningkat terus.

Jika dibandingkan dengan 2018 lalu, tahun ini tercatat ada peningkatan perkara perceraian di Pengadilan Agama Tidore.

Seperti kata Kepala Seksi Bimas Islam Kementrian Agama Halteng, Sahdan Senen. Menurutnya angka perceraian di Halteng bertambah.

“Angka perceraian di Halteng setiap tahun meningkat, tidak menurun. Ketika kami ikut memediasi di pengadilan Agama Tidore, faktor utamanya adalah perselingkuhan, yang kedua masalah ekonomi,” jelasnya. Sabtu (20/7/2019).

“Biasanya setahun kami lakukan sidang perceraian dua kali. Tahun ini saya prediksi tiga kali. February kemarin sudah satu kali sidang, sekarang sudah ada 8 pasangan yang siap disidangkan,” sambungnya.

Ia menambahkan, perselingkuhan di Halteng mencapai angka 70 persen. Sedangkan 30 persen lainnya adalah faktor ekonomi. Penyebab utama perselingkuhan di Halteng adalah media sosial.

“Penyebabnya bervariasi, kebanyakan perselisihan dipengaruhi media sosial. Suami kedapatan selingkuh di Facebook dan WhatsApp,” akunya.

Sembari mengatakan, “Kebanyakan istri cerai suami (Cerai gugat), itu mencapai angka 60 persen keatas. Sedangkan suami Cerai istri (Cerai talak) terhitung sedikit,” ungkapnya.

Sahdan menilai, solusi untuk menekan laju perceraian adalah penguatan pendidikan berkeluarga bagi pasangan yang akan menikah di usia muda.

“Peran penasihat perkawinan harus lebih optimal, dan fungsi mediasi lembaga lokal seperti lembaga adat dan tokoh agaman perlu dilibatkan,” harapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan Bimwin diselenggarakan untuk mengurangi angka perceraian yang terus merangkak setiap tahunnya.

“Maraknya angka perceraian yang terus meningkat setiap tahun dikarenakan pasangan suami isteri tidak mengetahui konsep keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,” tutupnya.

 

 

Reporter   : Sahwan

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *