Kiong, Terpidana kasus penipuan dijebloskan ke penjara

by -52 views
Kiong saat ditangkap tim eksekusi Kejari medan

MITRAPOL.com, Medan – Usman alias Lau Tjion Kiong alias Kiong (71) Warga Jalan Sei Deli, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, dijebloskan ke penjara oleh tim eksekutor Kejari Medan, Sabtu (20/7/2019), guna menjalani hukuman 2 tahun penjara terkait kasus penipuan.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Medan, Parada Situmorang mengatakan, Kiong merupakan terpidana kasus penipuan senilai Rp 3 miliar yang dilakukannya tahun 2011.

Sebelumnya, awal 2018, Kiong sempat ditahan 8 bul. an, setelah PN Medan menghukumnya dengan pidana 2 tahun penjara.

“Dia ajukan banding ke Pengadilan Tinggi Medan, putusannya onslaag. Itu artinya, terbukti ada perbuatan tapi bukan suatu tindak pidana, sehingga terdakwa harus keluar dari tahanan,” urai Parada.

Kemudian jaksa melakukan kasasi. Lantas Bulan Desember 2018, Mahkamah Agung membatalkan putusan PT Medan dan menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara.

“Kita terima salinan putusannya 1 Juli lalu. Lantas, tim eksekusi melakukan pengintaian terhadap terpidana yang dike tahui mempunyai dua alamat,” terang Parada.

Tiga minggu melakukan pengintaian, akhirnya tim mengetahui keberadaan pelaku. Tidak mau buruannya lolos, tim langsung menyergap Kiong saat keluar dari kediamannya.

“Baru tadi pagi berhasil ditangkap, dan ada sedikit perlawanan. Sempat terjadi aksi saling tarik, tapi setelah dijelaskan, ada putusan yang berkekuatan hukum tetap dari MA, akhirnya terpidana mengikuti permintaan eksekutor,” beber Parada.

Kemudian, Kiong diboyong ke Kejari Medan untuk proses administrasi. Selanjutnya dibawa ke Lapas Tanjung Gusta untuk menjalani sisa hukumannyahukumannya

Perlu diketahui, kasusnya berawal saat Kiong menjual dua panglong miliknya kepada korban Aldo Alynius pada 2011, seharga Rp 3 miliar.

Belakangan, Aldo hendak balik nama sertifikat dua panglong itu, namun saat melakukan pengurusan, saksi korban mengetahui, terdakwa telah melakukan pemblokiran sertifikat, sehingga saksi korban tidak bisa melakukan balik nama atas sertifikat tersebut.

 

 

Reporter : Zul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *