Siswa SMPN Satap Mangge-Mangge belajar mengajar dibawah pohon

MITRAPOL.com, SBB – Siswa sekolah SMP Negeri Satu Atap Mangge–Mangge Desa Luhu Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat – Provinsi Maluku, sehari-hari melaksanakan proses belajar mengajar diluar kelas dibawah pohon kelapa sekitar sekolah, kerap kali juga di rumah warga sekitar ketika hujan tiba. Pemandangan miris itu terjadi karena sekolah tersebut hanya memiliki bangunan darurat papan kayu yang disekat menjadi dua ruang kelas untuk dua rombongan belajar.

Kepala Sekolah SMP Negeri Satu Atap Mangge-Mangge, Wa Yamu mengatakan peroses belajar mengajar di luar kelas ini sudah berlangsung satu tahun lebih sejak awal tahun 2018 hingga sekarang karena ruang kelas hanya dua ruangan dibangun darurat secara swadaya masyarakat sendiri.

“Jam belajar mengajar di kelas dilakukan rolling kalau siswa kelas dua dan tiga belajar di dalam kelas, maka kelas satu belajar di bawah pohon atau didalam rumah warga dekat sekolah kalau cuaca lagi hujan,“ kata Wa Yamu, Am.Pd kepada Mitrapol ( 29/7) di Mangge-Mangge, Desa Luhu.

Sebelumnya, menurut Wa Yamu, SMPN Satu Atap Mangge-Mangge ini meminjam bangunan milik Madrasah Ibtidaiyah Mangge-Mangge selama tujuh tahun lamanya, ” kami gunakan secara bergantian, dari jam 08.00 sampai dengan jam 13.00 digunakan oleh Madrasah Ibtidaiyah sedangkan jam 14.00 sampai dengan jam 17.00 WIT digunakan oleh SMPN Satu Atap,” jelasnya.

“Sudah seringkali kami ajukan proposal ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seram Bagian Barat namun hingga saat ini belum ada respon, padahal kami sangat mengaharapkan perhatian dan kepedulian pemerintah Kabupaten maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Barat untuk dapat membangun gedung sekolah secara permanen demi kenyaman belajar mengajar dan peningkatan prestasi siswa,“ ujar Kepala Sekolah.

Dia berharap, “mudah–mudahan ada perhatian dan bantuan bangunan permanen dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seram Bagian Barat agar siswa–siswi kami dapat belajar dengan teratur dan nyaman karena kondisi belajar mengajar diluar ini sangat menyedihkan.

“Kami sudah siapkan lahan, tanah untuk pembangunan gedung sekolah permanen yang telah dihibahkan oleh pemilik seluas satu hektar apabila pemerintah kabupaten Seram bagian barat memberikan bantuan bangunan gedung sekolah,” kata Ketua Komite Sekolah SMP Negeri Satap Mangge-Mangge, Mujuni Wagola.

SMPN Satap Mangge-Mangge sudah enam kali menghasilkan lulusannya sejak dirintis tahun 2011 lalu, memiliki tenaga pengajar sebanyak 12 orang, diantaranya empat tenaga pengajar status PNS dan tujuh orang tenaga honorer.

 

 

Reporter : A.G. Kaliky – Nal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.