Tanggapi Azhari Cagee, Forkab Aceh nilai isu bendera digoreng untuk pencitraan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh, Polem Muda Ahmad Yani atau yang akrab di sapa Polem menduga elit Politisi Partai Aceh, Azhari Cage sengaja menggoreng kembali isu bendera yang telah usang untuk mendongkrak popularitas partai demi pencitraan publik.

“Indikasi ini sudah tidak menjadi rahasia publik, mengingat setiap momentum Azhari Cagee mengganti jargon politik untuk pencitraan partai,” ujarnya kepada Mitrapol, di Banda Aceh, Sabtu (3/7/2019)

Menurutnya, manuver yang dimainkan politisi Partai Aceh, isu ini sangat tidak produktif untuk mengedukasi publik, malah semakin mempertegangkan hubungan antara pemerintahan Jakarta dengan pemerintahan Aceh yang malah ujung-ujungnya akan merugikan pihak masyarakat sendiri di Aceh karena tidak maksimal menggarap pembangunan akibat tidak di support pemerintahan pusat. Untuk itu, Polem sangat menyesali sikap trik politik kekanak-kanakan dari politisi partai Aceh, tanpa sedikitpun ketulusan untuk memikirkan nasib rakyat dan masa depan Aceh dimasa mendatang.

“Konteks ini jika ditelusuri secara tajam, tidak lepas dilatar belakangi akibat kekalahan demi kekalahan pada pesta demokrasi yang dialami partai yg dinahkodai Azhari sehingga mengurangi sikap optimis dan progresif dalam menerawang masa depan Aceh,” lanjutnya.

Oleh karenanya, akibat daya pengaruh kian melemah, maka sudah sewajarnya diperlukan isu sensasional untuk mengembalikan kepercayaan publik walaupun ujung-ujungnya masyarakat yang korban Pemberi Harapan Palsu (PHP).

Diungkapkan Polem, motif dari mengoreng kembai isu bendera oleh Azhari Cagee tidak didasarkan pada niat dan ketulusan utk memperbaiki nasib rakyat Aceh, melainkan sarat bermotif dengan penuh kedunguan dan kepanikan pasca gagal lolos ke senayan yang ujung-ujungnya untuk menyerang pemerintahan dengan isu serta tidak komit merawat perdamaian Aceh.

Oleh dasar itu, DPP Forkab Aceh menilai bahwasanya statement Azhari Cagee tidak lebih dari bentuk sikap kepanikan level tinggi utk mndongkrak popularitas partainya pasca kekalahan dipilgub tahun 2017 yang lalu.

“Ini akibat merosotnya pengaruh partainya, Azhari terkesan sedikit panik dan perlu penciraan dengan isu bendera,” bebernya

Masih kata Polem rentetan-rentetan kekalahan dari Partai Aceh, juga terlihat jelas pada pemilu serentak tahun 2019 yang lalu.Partai yang pernah berjaya itu, kini kian menelan pil pahit, lantaran tidak bisa mempertahankan perolehan suara parta, khususnya di level DPRA.

Oleh karenanya,tambah Polem masyarakat jangan mau dibodohi terus, ujar Ketua Forkab. Masyarakat harus pintar dan kritis pada setiap isu yang dimainkan elit-elit politisi, terutama tokoh politisi semisalnya Azhari Cagee yg lihai melihat momentum untuk bisa berbicara dengan isu dan opini tertentu, pungkas Polem.

Dalam konteks inilah Polem menyebutkan, penyataan Azhari Cagee sarat provokatif dan penyebaran Hoax dengan kembali menggoreng isu lama di tengah masyarakat.

Untuk itu, kita meminta masyarakat perlu kejelian dalam melihat konteks dari setiap gorengan isu politik agar tidak kenak PHP oleh politisi karbitan dengan isu bendera bulan bintang yang malah bisa menciptakan potensi konflik baru di tengah masyarakat Aceh, tutup Polem Ketum DPP Forkab Aceh.

 

 

TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *