Hadir dalam peringatan hari harimau sedunia, T. Darisman : Konservasi Harimau merupakan kewenangan dan tanggung jawab Pemda

by -48 views

MITRAPOL.com, Tapaktuan – Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Aceh Selatan melaksanakan peringatan Global Tiger Day (hari Harimau sedunia) di reklamasi pantai RTH, Tapaktuan Minggu (4/8/2019).

Bupati Aceh Selatan H. Azwir yang diwakili oleh staf ahlinya T.H. Darisman dalam sambutannya menyampaikan bahwa populasi Harimau semakin terancam dan dari hari kehari terus menurun sehingga hal inilah menyebabkan tercetusnya gerakan hari Harimau sedunia.

“Tergerusnya kehidupan Harimau juga disebabkan maraknya perburuan liar oleh manusia yang membuat raja hutan itupun kelaparan,” bebernya.

Ia berharap agar pada hari peringatan Global Tiger day, Harimau benar-benar mendapat perlindungan yang layak dengan habitat yang tetap terjaga sehingga tidak mengalami kepunahan.

“Hal ini dapat terwujud jika kita semua menyadari pentingnya konservasi Harimau pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap upaya konservasi spesies endemik Indonesia ini bertujuan untuk melindungi satwa maupun habitatnya hal-hal demikian sangat perlu dilakukan mengingat habitat dan jalur jelajah Harimau Sumatera yang 61,3% berada diluar kawasan konservasi sehingga untuk pelestarian yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Sementara itu kabid wilayah I TNGL Kabupaten Selatan Agung Widodo SH dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan kegiatan Global Tiger Day tersebut didasari pada undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistem, undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang kehutanan serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa liar .

“Pelaksanaan peringatan hari tiger day sedunia ini adalah untuk membangun kesadartahuan masyarakat terkait konservasi Harimau Sumatera yang bertujuan agar terjaganya kelestarian Harimau Sumatera di alam, oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya secara masif untuk mengkampanyekannya,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Balai Besar TNGL Joko Iswanto, ia mengajak agar semua unsur dan masyarakat untuk dapat bersama-sama menjaga dan melestarikan Harimau Sumatera yang populasinya kini hampir punah demikian juga populasi satwa lainnya.

“Mari menjaga dan melestarikan Harimau Sumatera dan satwa yang dilindungi, kita lestarikan dalam upaya konservasi, kepada seluruh masyarakat terutama generasi milenial agar senantiasa menjaga dan melestarikan satwa karismatik dan endemik pulau Sumatera ini dari pada ancaman kepunahan,” pintanya.

Ia mengatakan bahwa populasi Harimau terus menurun akibat berbagai faktor diantaranya adalah perubahan iklim ,deforestasi dan perburuan liar, ia melanjutkan perubahan iklim dapat memicu penurunan habitat harimau deportasi atau pengurangan luasan hutan yang memmicu alih fungsi lahan sehingga habitat Harimau semakin sempit dan satwa mangsanya pun semakin langka.

“Perburuan liar dan perdagangan organ-organ tubuh Harimau masih terus berlangsung hingga saat ini yang dipicu oleh mitos yang salah yang menganggap bahwa bagian tubuh Harimau bisa dikonsumsi sebagai makanan penambahan vitalitas,” imbuhnya.

Joko Iswanto juga mengapresiasi kepada para pihak yang terus mengawasi dan menggagalkan upaya ilegal memperdagangkan kulit Harimau di Aceh Selatan.

” Ucapnya terima kasih ini kami sampaikan kepada semua pihak dan khususnya kepada Polres Aceh Selatan dan jajaran yang telah berhasil menggagalkan perdagangan kulit harimau pada bulan Juli tahun 2018 yang lalu, stop perburuan Harimau Sumatera dan jaga kelestariannya,” ajaknya.

Dalam peringatan Global Tiger day ini juga dilakukan kegiatan fun walk (jalan santai), aksi bersih-bersih, lomba mewarnai tingkat TK se kota Tapaktuan dan lomba melukis wajah.

 

 

Reporter : Safdar S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *