Coba suap anggota BNN, warga Siantar divonis 1,6 tahun penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Joko Susilo (31) warga perumahan Madani, P. Siantar, Sumatera Utara, divonis satu tahun 6 bulan, karena terbukti bersalah menyuap petugas BNN Siantar agar status DPO narkobanya dihilangkan.

Selain hukuman kurungan, Majelis Hakim Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Medan, diketuai Sri Wahyuni, Senin (5/8/2019) juga mejatuhkan denda, subsider 3 bulan kurungan.

Putusan majelis hakim lebih rendah dibanding tuntutan JPU Dostom Hutabarat yang menuntut terdakwa selama dua tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara.

Dalam amar putusan terdakwa terbukti bersalah atas penyuapan terhadap pegawai negeri atau penyelenggara negara, yakni anggota BNN (Badan Narkotika Nasional) sebesar Rp 5 juta.

Menanggapi putusan itu, penasehat hukum terdakwa langsung menyatakan banding, sementara jaksa masih pikir-pikir.

Peristiwanya, Agustus 2017, anggota BNN Siantar menangkap dua tersangka narkoba yang mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja yang BPKB atas nana terdakwa Joko Susilo.

Dengan adanya kejadian itu, Joko merasa terbawa-bawa dan dijadikan DPO oleh BNN Siantar. Sesudahnya, terdakwa berusaha menghubungi petugas BNN tadi. Setelah terhubung maka mereka janji bertemu dipinggir jalan WR Supratman, Siantar.

Saat bertemu, terdakwa memberikan amplop berisi uang Ro 5 juta.
Nah, apes memang, ketika itupula muncul petugas polisi yang langsung OTT alias operasi tangkap tangan.

Berdasarkan peristiwa penangkapan itu, maka Joko Susilo dikenai pasal suap.

Persisnya, pasal 5 ayat (1) huruf a UU RI Nomo 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

 

Reporter : Zul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *