Siswi Kelas Lima SD diduga alami kekerasan dalam lingkup sekolah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pesisir Barat – Telah terjadi dugaan kekerasan terhadap anak yang masih duduk di Kelas Lima (V) Sekolah Dasar (SD) berinisial (LN) siswa salah satu SD, di Kecamatan Ngaras, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung yang dilakukan oleh teman bermainnya sendiri.

Menurut Keterangan dari orang tua LN, kejadian bermula pada tanggal 20 Juli 2019, anaknya mendapat perlakuan kekerasan fisik oleh teman sekolahnya.

“Peristiwa tersebut saya ketahui setelah empat hari dari kejadian, saya curiga dengan kondisi kesehatan anak saya yang selalu mengeluh sakit kepala yang tak kunjung sembuh, biasanya juga tidak begitu bang,“ ungkap M menceritakan pristiwa yang menimpa putrinya.

Melihat keluhan yang tidak biasa itu, saya coba membujuknya dengan menanyakan kenapa dan mengapa dengan kepalanya sehingga terasa sakit terus.

Namun setelah saya tanya hanya menangis, namun setelah terus dibujuk putri saya mau bicara dan menceritakan yang sebenarnya terjadi, dengan cerita itu maka saya sejenak tercengang jika anak saya LN telah mengalami kekerasan sudah empat hari yang lalu.

“Setelah saya mengetahui pristiwa itu, saya langsung menghubungi pihak sekolah dan diterima oleh Kepala Sekolah.”

“Dengan Kepala Sekolah sudah saya ceritakan kejadian yang dialami sesuai dengan cerita yang saya terima, maka setelah adanya laporan itu Kepala Sekolah langsung merespon dengan baik dan berjanji akan menyelesaikan persoalan ini dengan pihak terkait dalam pristiwa itu hingga tuntas,“ papar M.

Namun sangat saya sayangkan setelah beberapa hari menunggu, pihak sekolah belum ada kepastian sudah sejauh mana tentang upaya penyelesaian masalah yang menimpa anak saya ini.

“Jujur saya merasa kecewa kenapa pihak sekolah sangat lamban menyelesaikan persoalan ini, ini persoalan urgen bukan kalo main-main, dan kami akan coba melaporkan kejenjang diatasnya jika sekolah tidak mampu menyelesaikan persoalan ini,“ tutup M.

Sampai saat ini pihak sekolah belum bisa memberikan stetsem terkait peristiwa tersebut, saat dihubungi melalui no peribadinya, yang bersangkutan tidak bisa dihubungi, nomornya tidak aktif.

 

Sumber   : FPII Korwil Pesisir Barat
Reporter : Deni Andestia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *