Sonny Keraf : Ingin Listrik padam tidak berulang, hilangkan monopoli

  • Whatsapp
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Sonny keraf

MITRAPOL.com, Jakarta – Pemadaman listrik Pada hari minggu, 4 Agustus 2019 lalu indikasi Perusahaan Listrik Negara Persero (PT. PLN) telah gagal memenuhi tugasnya memasok aliran listrik bagi jutaan pelanggannya di sebagian Jawa Tengah, hampir seluruh Jawa Barat dan Banten, khususnya wilayah Jakarta.

PT. PLN merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberikan mandat untuk menyediakan kebutuhan listrik di Indonesia. Seharusnya sudah menjadi kewajiban bagi PT. PLN untuk memenuhi itu semua, namun pada kenyataannya masih banyak kasus dimana mereka merugikan masyarakat.

Kasus ini menjadi menarik karena disatu sisi kegiatan monopoli mereka dimaksudkan untuk kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai UUD 1945 Pasal 33, namun disisi lain tindakan PT. PLN justru belum atau bahkan tidak menunjukkan kinerja yang baik dalam pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Sonny Keraf mengatakan, Monopoli penyediaan listrik oleh PLN melanggar hak rakyat untuk secara bebas memperoleh hajat hidupnya secara murah, handal dan aman. Karena itu, sudah saatnya monopoli penyediaan listrik oleh PLN harus digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan sudah sepantasnya MK mempertimbangkannya secara lebih luas tidak hanya berkaitan dengan dasar konstitusional yang menjamin hak hidup masyarakat banyak tidak boleh dimonopoli tetapi juga berkaitan dengan hak-hak rakyat lainnyanya yang lebih luas, dalam hal ini hak rakyat utk bebas memilih sumber pasokan listriknya tidak hanya dari PLN tetapi juga dari sumber pemasok lainnya sekaligus menjamin harga listrik yang lebih kompetitif, pelayanan yang lebih baik dan aman serta pasti.

“Seperti Kejadian pemadaman listrik di beberapa wilayah di Jawa, khususnya Ibu Kota Negara beberapa hari lalu, “ kata sonny dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi mitrapol, Selasa (6/8).

Menyinggung pemadaman listrik Jabodetabek beberap hari lalu, Sonny mengatakan telah membuka kotak pandora untuk semua pihak, khususnya MK, untuk mulai berpikir serius dan komprehensif tentang penyediaan listrik secara monopoli oleh PLN.

Alasannya, kejadian pemadaman listrik selama beberapa jam seperti itu, pertama bukan baru pertama kali ini terjadi. Kejadian seperti itu sudah sering terjadi di luar Jawa bahkan dengan durasi pemadaman beberapa hari, bahkan tanpa penjelasan dan pertanggungjawaban dari PLN atau dengan penjelasan seadaannya sekedar karena pohon tumbang.

“Bedanya, karena pemadaman kemarin terjadi di Jawa dan Ibu Kota, maka Republik ini geger berhari-hari. Sementara ketika terjadi di luar Jawa, tidak ada yang ribut karena dianggap wajar atau normal saja. Republik ini, termasuk PLN dan pemerintah, tidak peduli dengan kerugian dan gangguan hidup yang dialami rakyat yang mengalami pemadaman listrik tersebut,” ujarnya.

Lalu yang kedua, masih kata sonny, pemadaman seperti itu melanggar hak hidup rakyat banyak untuk memperoleh pelayanan listrik yang sangat vital bagi kehidupan. Rakyat banyak sangat terganggu hidupnya: keamanan, kesehatan, dan kenyamanan hidup rakyat sangat dipertaruhkan. Pemadaman sedemkian lama yang mengganggu hajat hidup orang banyak harus diakhiri dengan menghentikan monopoli penyediaan listrik oleh PLN karena ini akar dan sumber masalah dari segala kebobrokan dan karut marut penyediaan listrik oleh PLN selama ini. Dengan kompetisi dalam penyediaan listrik, PLN dipaksa untuk memberikan pelayanan terbaik dgn harga yg konpetitif, dan dengan pertanggungjawaban publik yang lebih baik pula.

“Toh dalam penyediaan begitu banyak kebutuhan dan hajat hidup orang banyak lainnya telah dibuka ruang kompetisi sehingga hak-hak rakyat banyak terjamin dengan baik. Tentu saja melalui undang-undang negara masih tetap diberi kewenangan untuk menjamin bahwa kompetisi dalam penyediaan listrik tidak boleh mengganggu hak-hal rakyat banyak, apalagi mengancam keamanan negara. Sudah saatnya kita atasi akar masalah karut marut penyediaan listrik ini dengan mencabut monopoli penyediaaan listrik oleh PLN, karena kalau ini tidak segera diatasi, kejadian pemadaman listrik yang parah dan melanggar hak-hak rakyat banyak akan terus terulang lagi,”katanya.

Sony mencontohkan, kompetisi dalam penyediaan hajat hidup orang banyak yang paling menonjol adalah penyediaan air mineral. Air adalah kebutuhan paling vital bagi rakyat tapi air mineral dipasok oleh begitu banyak perusahaan sehingga terjadi kompetisi di satu pihak dengan akibat harga dan pelayanan menjadi lebih kompetitif dan baik tetapi di pihak lain rakyat dijamin haknya untuk memilih produk yang lebih terjangkau, dengan kualitas yang beragaman. Toh air yang sedemikian vital tapi dibiarkan disediakan oleh pasar sejauh ini tidak menimbulkan ancaman bagi kehidupan rakyat banyak.

“Ke depan, penyediaan listrik akan dilakukan nirkabel, artinya tanpa jaringan transmisi. Jadi seperti penyediaan jasa telpon sekarang ini yg tanpa jaringan kabel. Dengan demikian perusahaan manapun bisa menyediakan listrik birkabel tanpa melalui transmisi kabel PLN. Jepang sudah mengarah ke situ,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *