Trade Show SXSW 2019, Bekraf hadirkan 7 Start Ups dan Hello Dangdut

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Pembukaan Paviliun Indonesia di Trade Show SXSW hari pertama telah dilakukan di Hall 4, Austin Convention Center, Texas. Trade Show SXSW ini akan berlangsung selama 4 hari dari 10-13 Maret 2019. Pembukaan dilakukan oleh Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Ricky Pesik, didampingi oleh Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkari, dan Deputi Edukasi, Riset dan Pengembangan, Boy Berawi, Deputi Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin dan Ketua Komite Archipelageek Andi Sadha.

Ricky menyampaikan paparan kesiapan produk lokal Indonesia yang diwakilkan perusahaan start up yang sudah melalui proses kurasi ini untuk mencari potensi bisnis di pasar Amerika. Potensi yang bisa ditemukan bisa berupa kerjasama, kolaborasi, pengguna produk, distributor dan bahkan investor.

“Antusiasme dan ketertarikan yang sangat tinggi dari para pengunjung SXSW 2019 yang berasal dari seluruh penjuru dunia terhadap kreativitas, inovasi dan karya tepat sasaran milik perwakilan delegasi Indonesia semakin membuktikan produk dan karya ekonomi kreatif Indonesia mampu dan siap memasuki pasar global,” jelas Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik dalam Jumpa Pers di Jakarta, Rabu, (6/8/2019).

Tema ICINC Presents Archipelageek Moving Upward at SXSW 2020 menjadi representasi semangat ‘naik kelas’ dan melangkah maju bagi para pelaku ekonomi kreatif Indonesia dalam menciptakan produk lokal bernilai global dan siap menembus pasar dunia. Indonesia Creative Incorporated (ICINC) merupakan sebuah program akselerasi mempersiapkan perluasan produk dan jasa kreatif ke luar negeri. Selaras dengan misi ini, pemilihan perwakilan delegasi Indonesia yang akan mengikuti SXSW 2020 akan melewati proses Open Call, kurasi hingga sesi mentoring yang intensif selama dua bulan.

“Harapan kami, keikutsertaan talenta kreatif di ICINC Presents Archipelageek Moving Upward at SXSW 2020 tidak hanya memposisikan produk ekonomi kreatif Indonesia dalam ekosistem industri kreatif dunia, tetapi juga memiliki peran aktif sebagai game changer dalam pertumbuhan ekosistem industri kreatif di pasar lokal dan global,” ungkap Ricky.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simandjuntak menjelaskan program Archipelageek di SXSW 2020 akan hadir dengan hal baru untuk menjawab tantangan global. “Pengalaman mengikuti SXSW beberapa tahun ini, Bekraf menemukan besarnya potensi subsektor aplikasi dan pengembang permainan di pasar global. Oleh karena itu, program Archipelageek Moving Upward di SXSW 2020 akan membawa satu nilai baru yang berfokus pada hal ini,” jelasnya.

Bukan hanya perusahaan rintisan yang mendapatkan perhatian lebih di SXSW 2019, program Hello Dangdut yang bertujuan membawa musik dangdut ke masyarakat dunia juga mendulang sukses dan disebut-sebut sebagai musik penuh kegembiraan serta sangat diminati pasar Amerika. Selama SXSW 2019, pengunjung dapat masuk ke ruangan Hello Dangdut yang berada di paviliun dan mencoba goyang dangdut sambil menikmati desain visual penuh warna.

Setelah di SXSW 2019 membawa tujuh perusahaan rintisan lokal, Ars., MTarget, Nodeflux, TeleCTG, Noore Sport Hijab, Dicoding, Knok Percussion, hingga memberikan pendukungan kepada program Musik Hello Dangdut dan musisi Dhira Bongs, Bekraf berharap dapat memberikan kesempatan lebih besar bagi pelaku ekonomi kreatif lainnya untuk memasuki pasar global.

 

 

Reporter : Ayu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *