Cegah Karhutla, Satgas Preemtif Bina Karuna Polres Melawi gencar imbau masyarakat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kalbar – Memasuki musim kemarau pertengahan tahun 2019, Polres Melawi melalui “Operasi Bina Karuna Kapuas 2019” terus melakukan berbagai upaya pencegahan agar tidak terjadi kebakarakan hutan dan lahan di wilayahnya.

Selain upaya pencegahan melalui sambang Desa, Sosialisasi langsung kemasyarakat dan Spanduk himbauan yang dipasang dititik-titik rawan Karhutla, Juga dilakukan pemasangan dan penyebaran brosur himbauan Maklumat Kapolda Kalbar nomor : Mak/02/ll/2018 tentang Kewajiban, Larangan dan Sanksi Karhulta pada musim kemarau.

Selasa (06/8/19) pagi, Satgas Preemtif dan Preventif Operasi Bina Karuna Polres Melawi terus berupaya melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Wilayah Hukum Polres Melawi melalui Spanduk, Maklumat Kapolda Kalimantan Barat dan menghimbau masyarakat secara langsung sambang keperkebunan masyarakat serta mengajak masyarakat agar turut serta menjaga kelestarian Hutan dengan tidak merusak ekosistem hutan itu sendiri dengan membakarnya.

Maklumat Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Drs. Didi Haryono, SH.,MH, tersebut tersusun karena dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dapat merugikan masyarakat lainnya, rusaknya flora Fauna dihutan, menyebabkan hubungan baik antar Negara tetangga terganggu, Kerugian baik disektor transportasi, perekonomian dan kesehatan.

Kabag Ops AKP Dedy F. Siregar, S.IP.,M.AP melalui Kasatgas Preemtif (Kasat Binmas) AKP Theodorus Pardamean Marbun menyampaikan “Selain melakukan pemasangan imbauan, kami juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada warga agar bersama-sama melakukan pencegahan Karhutla di Wilayah Kabupaten Melawi supaya bebas dari polusi dan kabut asap,” katanya.

“Kami sosialisasikan ke masyarakat agar tidak membakar saat membuka lahan pertanian, karena sudah dikeluarkan maklumat Kapolda Kalbar tentang larangan dan sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

“Jika masih ada yang melakukan pembakaran hutan dan lahan, Pelakunya akan diberikan sanksi hukuman yang tegas,” ungkapnya.

“Kami berharap dengan sosialisasi ini bisa meningkatkan pemahaman dan antisipasi bagi masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya.

 

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *