Ribuan umat Katolik iringi jenazah Uskup Timika

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Ribuan umat katolik di kabupaten Mimika, Papua, berduka atas kepergian sang imam yakni Uskup, Mgr. John Philip Saklil. Pr

Sebelum dilakukan perarakan menuju peristirahatan terakhir di kediamanya di area keuskupan Timika.

Ribuan umat Katolik memadati seluruh sisi Gereja Katedral Tiga Raja Timika, tempat persemayaman jenazah Uskup Mgr. Saklil untuk dilakukan “Misa Arwah” yang dimpin oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Ignatius Suharyo dan pemberian penghormatan terakhir kepada sang imam pertama di Timika tersebut.

Uskup saklil dikenal sebagai sosok kharismatik dan tokoh pemerhati hak asasi manusia (HAM) di Papua, Selain itu dirinya juga kerap menjadi penyambung lidah warga pribumi papua di wilayah Timika.

Uskup saklil menghembuskan nafas terakhir pada 3 Agustus 2019 lalu di usia 59 tahun bertempat di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Caritas (RSMMC) Timika, kemudian diarak oleh ribuan umat katolik untuk disemayamkan selama lima hari di Gereja Katedral Tiga Raja, Timika, Papua.

 

Di hari ke-lima jenazah Uskup Saklil dilakukan misa terakhir dan diiringi menuju peristirahatan terakhirnya Rabu, (07/08) di kediamanya jalan cendrawasih, SP 2, Perumahan Keuskupan Timika.

Mgr. John Philip Saklil, Pr. merupakan tokoh agama katolik terbaik asal kepulauan Kei, Maluku Tenggara.

Dirinya didapuk sebagai Uskup pertama di Keuskupan Timika sejak keuskupan itu dilepas dari induknya, tepatnya Keuskupan Jayapura, Papua pada tahun 2004 silam.

Selain itu, Uskup Saklil merupakan Anggota KWI perwakilan regio Papua, sebagai Ketua Komisi Pemberdayaan Sosial Ekonomi periode 2018-2021.

Almarhum juga dalam sepekan terakhirnya mengemban tugas baru dari Vatikan, Roma pada 27 Juli 2019 sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke, Papua.

Pemimpin tertinggi Umat Katolik di Kabupaten Mimika, Papua ini kerap memasang badan kepada warga pribumi mimika dan selalu vokal dalam mengkritik pemerintah maupun TNI/Polri terhadap kebijakan yang dianggap baginya dapat merugikan agama dan warga di kabupaten mimika, papua.

Salah satu sikapnya misalnya baru-baru ini, dirinya melayangkan protes keras kepada Pemerintah Kabupaten Mimika yang akan menarik guru-guru ASN dari sekolah swasta di Kabupaten Mimika hingga pada akhirnya Pemkab Mimika melalui kepala dinas pendidikan membatalkan rencana penarikan guru ASN tersebut.

Pantauan MITRAPOL selama jenazah lima hari disemayamkan, seluruh umat katolik di mimika bahkan daerah lainya tak henti-hentinya berdatangan melayat dan mengisi ibadah serta memberikan puji-pujian di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Papua

“Saya meminta kepada seluruh umat Katolik dan masyarakat di Papua agar mengikhlaskan kepergiannya. Kami akan meneruskan perjuangan beliau untuk membela masyarakat kecil,” Pesan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Ignatius Suharyo dalam memimpin Misa Arwah.

Pantauan MITRAPOL selama jalanya Prosesi pemakaman, isak tangis terdengar dari ribuan umat katolik yang hadir dan diwarnai dengan guyuran hujan rintik-rintik sesekali hujan deras namun umat katolik tetap solid mengantar jenazah Uskup Saklil hingga ke peristirahatan terakhirnya.

Polres Mimika menggandeng pihak terkait Mitra Kepolisian, dan TNI, Satpol PP Mimika, Dinas Perhubungan Mimika, Komunitas Pemuda Kei (KPK), dan Organisasi Masyarakat (Ormas) lainya yang ada di Kabupaten Mimika dilibatkan dalam mengawal dan mengamankan jalanya prosesi pemakan.

 

 

Reporter : AQM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *