Terkait beredarnya video kegiatan ritual di objek wisata Tapak Tuan Tapa Hari, ini pernyataan resmi Dispar Aceh Selatan

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan, Halimatus Sakdiah

MITRAPOL.com, Tapaktuan – Setelah sempat viral video ritual di objek wisata Tapak Tuan Tapa di media sosial, akhirnya Dinas Pariwisata Aceh Selatan mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal itu.

Dalam pernyataan resmi itu dijelaskan bahwa ritual tersebut dilakukan oleh komunitas wisata dari Samosir Sumatera Utara, bukan dilakukan oleh warga setempat seperti yang viral di media sosial.

Berikut pernyataan resmi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan, Halimatus Sakdiah, yang diterima Mitrapol.com, Selasa (6/8/2019) malam.

Pernyataan resmi Dispar Aceh Selatan terkait beredarnya video kegiatan ritual di kawasan Tapak Tuan Tapa Hari Selasa, 6 Agustus 2019 :

————————————————————————-

1. Kegiatan tersebut dilakukan secara spontan oleh pengunjung yang berasal dari luar Aceh yaitu Komunitas Wisata dari Samosir. Jadi bukan dilakukan oleh masyarakat kita Aceh seperti yang dihebohkan di media sosial.

2. Kegiatan ritual seperti itu seharusnya tidak dilakukan karena bertentangan dengan adat istiadat dan syariat Islam. Namun hal tersebut telah terlanjur terjadi diluar kawalan kita.

3. Kita apresiasi atas semakin meningkatnya minat wisatawan untuk hadir ke Aceh Selatan sambil tetap menjaga nilai-nilai tradisi, adat istiadat dan budaya kita.

4. Kami meminta kepada masyarakat untuk tidak menunjukkan sikap antipati yang berlebihan karena hal tersebut dapat mengurangi kepercayaan wisatawan untuk datang ke Aceh Selatan.

5. Dispar Asel akan segera membenahi sistem pengelolaan kepariwisataan agar lebih Islami dan humanis sehingga kegiatan wisata kita menjadi lebih baik dan menarik, sehingga semakin diminati oleh para wisatawan.

6. Untuk itu kami berharap partisipasi dan dukungan masyarakat dalam rangka peningkatan kualitas kegiatan kepariwisataan di Aceh Selatan. Karena suksesnya kegiatan kepariwisataan sangat tergantung kepada masyarakat yang bersentuhan secara langsung dengan para pengunjung.

7. Kita perlu mewujudkan masyarakat ramah wisata yang sesuai dengan nilai-nilai, adat istiadat, tata krama, budaya dan syariat Islam.

Demikian untuk dimaklumi. Terimakasih.

TTD
Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan

 

 

Reporter: Safdar S

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *