Cermin Bunda Milenial Indonesia dengan berkebaya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Indonesia sangat kaya akan budaya yang dicerminkan melalui pakaian adat dari masing-masing daerah, khususnya untuk perempuan lebih banyak memakai kain untuk bawahannya dengan segala motif dan sentuhan budaya dan berfariasi dan aneka warna yang cantik.

Hal tersebut dikatakan koordinator Wanita Indonesia Milenial Sisca Rumondor. Rabu (8/8/2017) saat acara di Museum Fatahilah Jakarta.

Lanjut Sisca, sejak jaman nenek kita dahulu, mereka memakai kebaya seperti yang dikenakan ibu Kartini anggun feminim mencerminkan citra perempuan Indonesia yang sopan elegan dan santun.

Sebagai busana nasional, kebaya saat ini hanya digunakan saat acara-acara tertentu, padahal sebenarnya kebaya bisa juga digunakan untuk berbagai acara dan kesempatan.

 

Kebaya sebagai pakaian untuk acara-acara tertentu seperti menghadiri pernikahan, wisuda, atau peringatan hari kebangsaan, meski begitu, bukan berarti kebaya tak bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

Untuk menggaungkan kebaya sebagai busana harian, kelompok Bunda Milenial Indonesia mencanangkan gerakan Indonesia Berkebaya. Gerakan ini mengajak masyarakat Indonesia memakai kebaya untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari ke pasar, bekerja, hingga nongkrong bersama kawan-kawan.

Kebaya dipilih karena merupakan pakaian nasional yang dikenal di seluruh Indonesia. Komunitas Perempuan Berkebaya ingin menjadikan kebaya melekat sebagai identitas bangsa Indonesia, layaknya pakaian sari di India.

“Kebaya merupakan busana yang memiliki nilai sejarah panjang, punya andil dalam proses kemerdekaan. Mengapa enggak kita pakai? Kenapa enggak diangkat jadi pakaian identitas, seperti pakaian sari di India. Maunya kebaya jadi seperti itu.”

Masih kata Siska, kita sangat mendukung wanita Indonesia memakai kebaya untuk kegiatan sehari-hari, bahkan memakai kebaya untuk ke Pasar, Mall, naik angkutan umum, dan ke Kantor.

Saya sudah pakai kebaya tiap hari, hanya mandi saja tidak saya pakai. Naik gunung pun saya pakai. Tidak sulit, asal tahu cara memakai kainnya,” jelas Siska.

Masih kata Siska, himbauan Indonesia Berkebaya dimulai 6 bulan dengan gerakan Selasa Berkebaya. Gerakan ini mengajak setiap orang untuk berkebaya pada hari Selasa, apapun kegiatannya, memakai kebaya setiap hari dan berinovasi dengan kebaya tidak menyalahi aturan atau pakem. Menurutnya, pakem berkebaya mesti diikuti pada momen yang tepat.

Berkebaya itu bukan hanya sesekali saja, tapi pada momennya misalnya pada acara adat, itu tidak boleh diganggu,” pungkas Siska.

 

 

Reporter : Desi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *