Hasrul Benny Harahap: Perlu simpati dan empati memimpin Medan

by -80 views
Hasrul Benny Harahap SH, Mhum

MITRAPOL.com, Medan – Meski sudah berusia 429 tahun, Medan belum dapat disebut sebagai kota yang indah dan asri. Kondisi jalan yang kopak-kapik, kemacetan dan tingkat kriminalitas yang lumayan tinggi merupakan target yang harus dibenahi oleh Walikota Medan yang terpilih pada Pilkada 2020 mendatang.

Hasrul Benny Harahap adalah sosok anak Medan yang faham betul kondisi kota Medan. Sebagai tokoh muda berprofesi sebagai advokad, cukup masuk akal jika dia sangat mengenal sosio budaya kota Medan.

“Medan harus mendapat perhatian khusus. Persoalannya cukup kompleks dan tak mudah membenahinya. Perlu kerja keras, simpati dan empati agar Medan menjadi kota yang handal dan menjadi kebanggaan warganya,” ungkap alumnus Fak Hukum USU ini kepada Mitrapol di Medan, Sabtu (10/8/2019).

Perkataannya cukup masuk akal, apalagi sosok muda ini, lahir, besar dan menempuh pendidikan di Medan, maka simpati dan empatinya terhadap warga Medan sulit diimbangi oleh tokoh lainnya.

Dengan karakter yang milenial, kekinian, tapi tetap bersahaja maka pantas banyak pihak menyatakan dukungannya, agar advokad bertitel S-2 ini mencalonkan diri sebagai walikota ataupun wakil walikota Medan pada pilkada 2020 mendatang.

Medan lahir 1 Juli 1590 lalu, kini sudah berumur 429 tahun. Sebuah usia yang sangat panjang dan bersejarah. Apalagi, Medan sudah menjelma menjadi salah satu kota besar di Indonesia.

Menurut pria kelahiran Medan 25 Agustus 1973 ini, permasalahan Kota Medan saat ini sudah sedemikian kompleks, sama halnya dengan kota-kota besar lainnya.

“Sebagai generasi penerus , kita tidak bisa berpangku tangan, Kota Medan wajib berbenah,” tegas Sekretaris DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Medan ini.

Benny, panggilan akrabnya, sejak tahun 1996 sudah berkarir sebagai advokad, makanya cukup pantas jika ia mengetahui jika munculnya kriminalitas berkaitan erat kondisi ekonomi dan pertumbuhan lapangan kerja bagi generasi muda.

“Tanpa pertumbuhan lapangan perkejaan ysng terencana, sulit bagi Medan untuk menjadi kota yang aman dan nyaman yang dapat dirasakan warganya, ” tambah Ketua Forki Kota Medan ini.

Benny menyadari, Medan yang pernah dijuluki Paris van Sumatera, sudah memiliki sejarah yang panjang dan sangat dinamis, baik dari segi politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

“Dijuluki Paris van Sumatra, karena Medan sebagai sentra ekonomi dan politik waktu itu, tapi juga karena sistem, keteraturan serta keindahan tata kota. Makanya Medan kedepan harus menjadi sentra ekonomi tanpa mengabaikan keteraturan dan keindahan,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Zul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *