Bea Cukai Nunukan sukses lampaui target penerimaan negara

  • Whatsapp
Kepala Bea Cukai Nunukan Drs solafuddin

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Direkrorat Jenderal Bea Cukai yang berada dibawah Kementerian Keuangan mengemban tugas menyelenggarakan perumusan pelaksanakan kebijakan di bidang Pengawasan, Penegakan Hukum, Pelayanan dan Optimalisasi penerimaan Pajak negara khususnya dibidang ke Pabeanan sesuai dengan Undang-Undang dan Fungsi utama.

Keberhasilan Bea Cukai Nunukan melampaui target yang ditentukan tak terlepas dari peran serta semua Stekholder baik dari Pemerintah Daerah dari pihak Angkatan Laut, Kepolisian, TNI dan Intansi terkait serta kesadaran para pengusaha dalam memenuhi kewajibannya membayar pajak sehingga tahun 2019, walau baru 8 bulan tapi target kita sudah melebihi, itu suatu prestasi yang Gemilang.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bea Cukai Nunukan Drs. Solafuddin dalam konferensi Pers, Jumat (9/8/2019) di kantor Bea cukai Nunukan, Jalan Pelabuhan, Nunukan, Kaltara.

Lanjut Solafuddin menjelaskan, target yang telah melampau yang ditentukan oleh kementerian melalui Kanwil Bea Cukai Kalimantan Timur itu secara otomatis butuh kerja keras semua bidang yang ada di kantor Kepabeanan Nunukan.

Pencapaian pendapatan pajak període Januari hingga 31 Juli 2019 sebesar 6,234 miliar mengalami kenaikan (234,62%) dari target tahunan yang dibebankan atau tumbuh sebesar (171,88 %) jika dibandingkan pendapatan periode tahun 2018 sebesar 2,657 miliar.

Untuk meningkatkan penerimaan sektor Bea masuk, Bea keluar dan Cukai tidak terlepas dari kebersamaan saling berkoordinasi dan bersinergi baik bersama pemerindah daerah atupun dengan Satgas Pamtas, Kodim Nunukan, Lanal Nunukan, Polres Nunukan, Kantor Karantina dan Imigrasi Nunukan.

Solafudin menyebutkan, Pajak atau Cukai adalah penerimaan negara atas sesuatu barang yang ditetapkan dengan fungsi utama sebagai trade facilitator atau fasilitasi perdagangan untuk kelancaran arus barang dan menekan ekonomi biaya tinggi.

Cukai adalah cara pemerintah mengatur industrial assistance, memberikan dukungan kepada industri dalam negeri dengan menekan perdagangan illegal dan berkewenangan melakukan pungutan pajak tentunya disertai dengan pengawasan, pada priode 1 Januari – 31 Juli 2019, Bea Cukai Nunukan berhasil melakukan 49 kali penindakan dibidang kepabeanan dan cukai dengan potensi kerugian negara sebesar 3,700 milyar rupiah.

Penindakan yang dilakukan tahun 2019 meningkat 53,12 % dibandingkan dengan periode di tahun 2018. Adapun beberapa komoditi yang dilakukan penindakan adalah 6.279 gram narkotika jenis sabu yang merupakan sinergi dengan BNN dan Kepoisian

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabeanan C Nunukan bebrapa kali berhasil dan sukses mengagalkan penyeleludupan Narkoba tangkapan kerjasama Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Satgas Marinir Nunukan berupa 2.065 lembar karpet illegal Malaysia, kosmetik, obat bahan kimia serta 6.220 Rokok ilegal,” tambahnya.

Limpahan hasil tangkapan instansi lainnya turut menambah jumlah perkara yang diselesaikan Bea Cukai Nunukan, tahun 2019 telah diterima 26 pasang tanduk rusa, 10 buah gading gajah, bibit tanaman, minuman mengandung etil alkohol, dan 199 karung balpres pakaian tangkapan satgan pamtas yonif raider 600/Modang.

Tingginya kejahatan penyeludupan dan peredaran barang terlarang di wilayah perbatasan Nunukan harus menjadi perhatian semua pihak.

Bukan hanya perizinaan yang harus dilengkapi, gudang berikat dan pusat logistik berikat juga sangat penting sebagai syarat dalam menunjang usaha impor kata Drs.Solafufdin kepala Bea Cukai Nunukan

Berdirinya gudang berikat dan pusat logistik selara dengan keinginan pemerintah menciptakan Revenue Collector dalam mengoptimalkan penerimaan negara melalui penerimaan bea masuk dan pajak dalam rangka impor

Begitu juga dari sisi Community Protector atau pencegahan tehadap masuknya barang-barang yang membahayakan keamanan negara, merusak kesehatan, meresahkan masyarakat dan mencegah masuknya barang yang tidak memenuhi standar, jelas Solafuddin kepada wartawan saat jumpa Pers.

 

 

Reporter : Yusuf. P

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *