Ketua DPW LSM GKPK-NAS Banten: Jangan permainkan Janji, kembalikan hak yang pernah dijanjikan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Kebijakan dan keputusan dari sebuah perusahaan asuransi Jiwa harus bisa menguntungkan dan membantu pemegang polis asuransi. Diketahui pengumpulan dana dari setiap pemegang polis pastinya digolangin (diputar.Red) oleh perusahaan asuransi untuk menghasilkan suatu keuntungan.

Dalam perjanjian Asuransi yang ditawarkan oleh Asuransi Jiwa Bumiputra Cabang Pandeglang kepada salah seorang pemegang polis Asuransi atas nama Revo totalia yang beralamat di kp. Mengkok. Desa Menes. Kec.Menes. Pandeglang Banten dengan nomor polis 211101561597 dinyatakan, jika ditengah perjalan sipemegang polis tidak sanggup melanjutkan setoran asuransi yang pembayarannya pertiga bulan dengan jumlah tagihan Rp.341.120,00, bisa dijualkan dan uang yang sudah tertagihkan oleh Asuransi BumiPutra akan dikembalikan kepada Pemilik polis asuransi.

Namun kenyataan berbeda ketika sipemegang polis mengajukan klaim, jawaban dari pihak Asuransi Bumiputra cabang Pandeglang ini tidak masuk diakal dan saya duga ini adalah suatu akal-akalan dari pihak asuransi Bumiputra, papar Royen Siregar selaku ketua DPW LSM GKPK-Nas(Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Komunitas Pemberantasan Korupsi Nasional) kepada media Mitrapol.com saat dimintai keterangannya. Minggu,(11/08/2019).

Lanjut Royen, Saya sudah ketemu dengan Tuti, Kepala Cabang Asuransi Jiwa Bumiputra Pandeglang untuk mempertanyakan kenapa klaim dari ibu Revo Totalia belum dicairkan dan ternyata jawabannya Tuti ini, dengan nada sombong dengan jabatannya sebagai Kepala Cabang, dengan gamblangnya mengatakan bahwa klaim dari Ibu Revo Totalia ditolak okeh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dikarenakan Asuransi Bumiputra lagi moratorium ataupun bisa dikatakan Asuransi Bumiputra keadaannya lagi goyang.

Kan lucu, tutur Royen, pemegang polis yang lain masih berjalan tagihannya sedangkan pengakuan kepala cabang Pandeglang ada 3000 ribu yang ikut menjadi anggota ataupun pemegang polis diasuransi Bumiputra ini dengan berbagai macam dan bermacam jumlah tagihan, nah uangnya ini dikemanai masa jumlah kalim dari Ibu Revo Totalia hanya berjumlah sekitaran Rp.7 juta saja harus seperti pengemis, janji manisnya dulu mana? mengajak menjadi peserta Asuransi jiwa Bumiputra awalnya manis itu keterangan ibu Revo Totalia, nah ko sekarang kenapa hak dari beliau seakan ditahan-tahan dan tidak bisa memastikan kapan dan sampai kapannya bisa dicairkan haknya.

Saya juga mendapatkan informasi dari salah seorang yang berkecimpung dalam Asuransi di daerah Rangkas yang mengatakan,”dulu juga kami tertipu, Buku polis nasabah yang mendapatkan program banyak di rumah saya. Dulu ada nasabah yang meninggal aja dari pihak asuransi diem-diem aja.”

Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan kalau seperti ini caranya patut diduga ini hanya memperkaya suatu perusahaan, tegas Royen Siregar.

Kami mengharapkan keadilan, Asuransi Jiwa Bumiputra harus diselidiki dan tidak bisa dibiarkan, Tuti sebagai Kepala Cabang Pandeglang jangan gampang mengatakan keputusan dipusat, yang mengajak dan mencari untuk menjadi pemegang polis adalah sales ataupun pekerja dari asuransi Bumiputra cabang pandeglang, dan itu janjinya tolong ditepati warga yang bergabung tidak kenal dengan orang pusat.

Hak pemegang polis harus dikembalikan, masalah perusahaan ataupun tetek bengek yang ada di Asuransi Bumiputra itu urusan pengelola jangan melibatkan para warga yang memang tadinya tidak disosialisasikan secara benar, jangan mengumbar janji ditengah-tengah masyarakat dan jangan memanfaatkan kelemahan masyarakat, kalau seperti ini kasihan masyarakatnya, untuk mengambil haknya yang sudah lama dia bayarkan susah untuk dicairkan, tutup Royen Siregar.

 

 

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *