BNNP Sumsel tangkap tiga tersangka pengedar narkotika

by -81 views

MITRAPOL.com, Sumsel – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan berhasil mengamankan tiga orang tersangka pengedar barang haram narkotika dari gudang penyimpanan di wilayah Ogan Ilir yang dipasok dari Malaysia dan masuk melalui perairan Batam.

Dari data yang diperoleh, narkotika jenis sabu seberat 23 kilogram, dipasok dari Malaysia oleh tersangka M (DPO) melalui Batam dan disalurkan melalui Tembilahan Provinsi Riau, oleh tersangka Us.

Sebelum diedarkan di sejumlah wilayah di Provinsi Sumsel dan Lampung, narkotika terlebih dahulu disimpan di sebuah gudang yang disewa oleh tersangka AE alias Togar di jalan Lingkungan IV Timbangan Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir.

Tersangka Yu (40) warga Kecamatan Kuat Malaka, Provinsi Aceh, ditangkap saat berada di Loket Bus Damri KM 9, Kecamatan Sukarami Palembang, pada 7 Agustus lalu. Dari tangan tersangka Yu diamankan barang bukti sebanyak 1.947 butir ekstasi. Tersangka mengaku jika narkotika itu didapat dari tersangka AE. Tanpa bisa mengelak AE yang sebelumnya diamankan tanpa barang bukti dibawa untuk menunjukkan tempat ia menyimpan narkotika.

Selanjutnya petugas menuju gudang narkotika yang baru dua minggu disewa AE di wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Dalam penggeledahan di lokasi tersebut petugas kembali menemukan 23 paket sabu dengan berat 23 kilogram dan 7741,5 butir ekstasi yang diakui tersangka dikirim oleh tersangka US dari Tembilahan, Riau.

Selanjutnya tim menuju Tembilahan, Provinsi Riau, dan mengamankan tersangka Us, namun dari pengembangan yang dilakukan di Batam, petugas tidak menemukan tersangka M yang merupakan pemasok dari barang haram tersebut.

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan, didampingi Kabid Pemberantasan AKBP Agung Sugiyono menjelaskan, komplotan ini merupakan sindikat internasional yang memasok narkotika dari Malaysia, Batam, Tembilahan dan Sumsel sebagai lokasi penyimpanan sebelum diedarkan ke Lampung.

“Tersangka Us memberikan perintah kepada tersangka AE untuk menyimpan, namun belum sempat diedarkan sudah lebih dulu kami tangkap. Berdasarkan jumlah barang bukti yang diamankan, setidaknya kami menyelamatkan 130.000 orang dari bahaya peredaran narkotika,” ungkapnya saat gelar perkara, Senin (12/8).

Para pelaku dijerat dengan Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati.

Sementara itu, tersangka AE mengaku, gudang tersebut sengaja ia sewa untuk menyimpan kiriman narkotika dari Us dan setiap paket yang diterima, AE mendapat upah sebesar Rp 5 juta.

“Pertama sudah terima Rp 55 juta dan setelah satu minggu sewa gudang barang baru dikirim. Namun belum ada perintah lagi dari Us mau dikirim kemana,” beber AE, warga Baturaja, Kabupaten OKU tersebut.

Sedangkan tersangka Yu mengaku, ekstasi sebanyak 1.947 butir tersebut akan diedarkan ke daerah Mesuji, Lampung.

Saya ambil dari AE rencananya mau dibawa ke Mesuji,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Adri

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *