Ratusan emak-emak kembali datangi pakter tuak remang-remang di Ulu Barumun

  • Whatsapp
Saat pemilik kafe Rahmat Hasibuan alias Marbulut berjanji di hadapan aparat Gabungan Polsek Barumun, Satpol PP, TNI, Kepala Desa Subulussalam serta masyarakat atau ratusan emak-emak untuk tidak membuka kafe miliknya dan akan membungkar bangunannya pada esok harinya. Di kafe, Desa Handang Kopo Kec. Ulu Barumun. Senin, (13/8).

MITRAPOL.com, Padang Lawas – Sekitar 250 emak-emak dari enam Desa bertetangga, yakni, Desa Simanuldang Jae, Desa Handang Kopo, Desa Tapian Nauli, Desa Simanuldang Julu, Desa Subulussalam dan Desa Pintu Padang. Kembali datangi kafe/pakter tuak remang-remang milik Rahmat Hasibuan alias Marbulut yang berlokasi di Desa Handang Kopo, Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas. Senin (12/8) Sore.

Aksi emak-emak mendatangi tempat pakter tuak remang-remang itu, sebagai tindak lanjutan dari aksi ema-ema sweefing kafe remang-remang pada jumat (2/8) yang lalu. Yang tidak nengindahkan isi dari perjanjian oleh pemilik kafe tuak milik Rahmat, dimana isi dari perjanjian itu supaya di tutup dan tidak beroperasi lagi kafe tersebut, yang meresahkan warga sekitar.

Amatan Mitrapol, Beruntung Aparat dari Kepolisian dari Mapolsek Barumun, TNI dari Koramil 08 Barumun dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang Lawas (Palas), bertindak cepat turun ke lokasi untuk menenangkan emosi antara pemilik kafe dan beberapa dugaan pengunjung kafe dengan para emak-emak serta warga yang berdatangan, yang sudah sempat memanas di lokasi kafe itu. Dan warga atau emak-emak itu, menemukan dua orang Warga Tuna Susila (WTS) lari untuk menghindari amukan massa.

Pihak Kepolisian, TNI dan Satpol PP menghimbau kepada emak-emam agar supaya tidak bertindak anarkis atau tidak melakukan pengrusakan dan supaya kembali kerumah masing-masing berhubung karena sudah malam.

Di tempat itu, di hadapan ratusan emak-emak dan warga sekitar serta pihak aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP, dan Kepala Desa Subulussalam Sutan Hasibuan, Pemilik kafe (Rahmat) berjanji, tidak akan beroperasi dan akan membongkar sendiri bangunan kafe miliknya pada esok hari Selasa, (13/8). Apabila masih beroperasi dan tidak dilakukan pembongkaran, masyarakat yang akan membongkar kafenya tersebut.

Di tempat yang sama, Kasat Pol. PP Ronni menegaskan dihadapan masyarakat, fihaknya akan turun dan menindak tegas apabila masih ada lagi kegiatan kafe itu.

“Apabila besok masih tetap buka dan tidak ada dilakukan pembongkaran bangunan kafe ini oleh saudara Rahmat (pemilik kafe), sampai pukul 14:00 WIB, saya beserta anggota saya yang menertibkan dan membongkar bangunan cafe”. Tegas Ronni.

Usai mendengarkan jawaban dari pemilik kafe dan Kasat Pol. PP massa secara berangsur membubarkan diri pada malam itu.

Sebelumnya, Kapolsek Barumun Akp. Eddy Sudrajat, SH, menerima laporan dari masyarakat langsung menerjunkan personilnya kelokasi, Kasat Pol. PP Ronni turun langsung untuk menyikapi laporan dari masyarakat itu dibantu oleh personil TNI dari Makoramil 08 Barumun, serta turut Hadir Kepala Desa Subulussalam Sutan Hasibuan untuk mendinginkan suasana.

 

 

Reporter : MS. Hasibuan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *