Wali murid keluhkan tindakan dua oknum guru SMPN 2 Sobang

by -369 views

MITRAPOL.com, Lebak – Tindakan dua oknum guru SMP Negeri 2 Sobang yang menyita sandal dan sepatu salah seorang siswanya dinilai telah membuat situasi tidak nyaman antara pihak sekolah dengan wali murid.

Situasi tidak nyaman tersebut terjadi setelah S oknum guru honorer dan D oknum guru PNS, Keduanya secara berganti melakukan penyitaan sandal dan sepatu milik Hikmat murid kelas 3 lantaran dinilai tidak disiplin.

Namun barang-barang milik murid itu tidak dikembalikan lagi, Akibatnya, Juhra (65) wali murid mempertanyakan tindakan kedua oknum tersebut

“Mau saya, kalo memang anak saya melanggar aturan silahkan di hukum, disita sendal dan sepatunya, tapi ketika pulang diserahkan lagi,” ujar Juhra, selaku orang tua Hikmat, kepada mitrapol.com Senin (12/8/2019).

Sebelumnya, keluhan ini telah disampaikan kepada komite sekolah dan telah ditindak lanjuti, hingga wali murid menerima panggilan dari pihak sekolah

“Saya datangi tapi kepala sekolah tidak ada, akhirnya bertemu guru, tapi pihak guru tidak ada i’tikad baik mengembalikan, malah saya diminta harus nunggu kelulusan baru sendal, sepatu dikembalikan,” terang Juhra dengan nada kecewa.

Juhra yang berprofesi sebagai petani, merupakan warga Kampung Hariang, Desa Hariang, Kecamatan Sobang Lebak-Banten, ia juga menjelaskan perasaannya yang semula menerima dan menyadari sanksi hukuman terhadap anaknya, hal itu merupakan sebuah didikan guru, namun lantaran sendal dan sepatu tidak pernah dikembalikan, dirinya merasa itu tidak wajar.

“Saya orang bodoh, tidak tahu aturan sekolah tapi saya mengerti mana cara guru mendidik yang salah dan benar, kalau begini saya merasa dicuri,” Imbuhnya.

Sementara itu, menurut tenaga pengajar lain yang juga sebagai guru honor di SMPN 2 Sobang menerangkan.

“Hemat saya, mekanisme disita itu hanya sementara, itu pun jika sudah ditegur dulu, diperingati masih mengulangi barulah disita, tapi bukan dimiliki, hanya diamankan sementara, setelah itu pengembaliannya melalui murid sambil diminta agar tidakengulangi,” terangnya.

Dihubungi secara terpisah, Tisna Timor, Ketua LSM Laskar Banten Reformasi angkat bicara namun dirinya enggan memberikan kesimpulan.

“Saya belum bisa menyimpulkan, coba nanti saya Kroscek ke sekolah itu, aturan sepatu apa yang harus dipakai murid, kalau yang disita itu sepatu murid kelas 3, nanti kita cek juga bagaimana pengelolaan dana BOS, PIP dan lainnya selama tiga tahun kebelakang. Adapaun pengembalian sitaan sepatu dan sandal harus menunggu kelulusan nanti saya konfirmasi ke Dinas pendidikan kabupaten Lebak,” tutupnya.

 

 

Reporter : Ubay

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *