Bupati wajibkan mulok bahasa Paser di sekolah

by -7 views

MITRAPOL.com, Penajam Kaltim – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Kab. PPU) mulai menerapkan Mata pelajaran muatan lokal (mulok) atau bahasa daerah dalam kurikulum pendidikan sekolah se-Kab. PPU. Sebagai bentuk menjaga kearifan lokal masyarakat Adat Paser

Kewajiban berbahasa daerah dituangkan dalam Perda Nomor 2 Tahun 2017 Pasal 4 Ayat 2 Point f, tentang Pelestarian dan Perlindungan Adat Paser. Mulok sendiri merupakan mata pelajaran tambahan yang wajib diikutsertakan dalam kurikulum pembelajaran di seluruh sekolah. Biasanya, mulok disesuaikan dengan sumber daya, budaya, atau potensi yang ada di daerah dimana sekolah berada.

Penerapan ini disampaikan oleh Bupati PPU H. Abdul Gafur Mas’ud, SE saat memberikan sambutan pada kegiatan Kunjungan Kerja di Desa Rintik Kecamatan Babulu, Senin (12/8).
“Kami memberikan muatan lokal Bahasa Paser. Wajib, karena dimana kaki dipijak, disitu langit dijunjung,” ungkap Bupati mengawali sambutannya.

Seperti diketahui, Adat Paser telah ditetapkan sebagai unsur Budaya Khas Kab. PPU. Dan beberapa hal lainnya sebagai perwujudan apresiasi Pemerintah Daerah Kab. PPU terhadap Kaerifan Lokal Budaya Adat Paser adalah telah merumuskan ornamen Mas Togok untuk setiap bangunan pemerintah dan fasilitas umum lainnya, pembangunan Kuta Adat Paser Rakan Tatau Kab. PPU yang telah dimulai pembangunannya sejak 2018 lalu

Tak hanya itu, penamaan gedung atau bangunan Pemerintah serta penamaan beberapa Badan Layanan Umum Daerah yang telah menggunakan nama-nama Pahlawan Suku Paser dan Bahasa Paser seperti Rumah Sakit Umum Ratu Aji Putri Botung, PDAM Danum Taka, Stadion Panglima Sentik, Pasar Induk Nenang Pakot Tuo Ono, Dome Anden Oko serta penyelanggaran Festival Belian Adat Paser Nondoi setiap tahun sejak tahun 2014 yang kini menjadi even kebanggan Masyarakat Kab. PPU.

 

 

Reporter : Adi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *