Gelapkan Rp 350 Juta Manejer PT ABL dijebloskan ke Penjara

by -43 views
Tersangka Ahui

MITRAPOL.com, Medan – Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu) menjebloskan tersangka Himawan Loka alias Ahui (50) manajer PT Agung Bumi Lestari (ABL) ke Rutan Tanjung Gusta Medan, setelah dilimpahkan oleh penyidik Poldasu, Rabu (14/8/2019).

Tersangka Ahui ditahan, diduga melakukan penipuan dan penggelapan Rp 350 juta milik saksi korban Edwin, terkait pembayaran kertas pembungkus nasi.

Kasipenkum Kejatisu Sumanggar Siagian kepada wartawan membenarkan penahanan terhadap tersangka Ahui “Tersangka kita tahan untuk mempermudah pemberkasan,” ujarnya.

Untuk pemberkasan, kata juru bicara Kejatisu, diserahkan kepada JPU Dwi Melly Nova.Tersangka Ahui dijerat pasal 372 dan 378 KUHP.

Pantauan wartawan, tersangka Ahui yang mengenakan kaos belang-belang itu, diserahkan penyidik Poldasu ke Kejatisu bersama puluhan tersangka lainnya sekitar pukul 13.00 WIB.

Uniknya, saat dibawa ke Kejari dan Rutan Tanjung Gusta, tersangka Ahui terpisah dengan tersangka lain yang menggunakan mobil tahanan. Tersangka Ahui diantar menggunakan mobil pribadi.

JPU Dwi Melly Nova yang menangani perkara Ahui itu tidak menjelaskan adanya keistimewaan mobil tersangka. Namun membenarkan ada upaya pihak tertentu ingin menangguhkan penahanan tersangka.Tapi JPU menolak, karena belum ada perdamaian dengan korban.

Perlu diketahui Edwin (42) warga Jalan Brigjen Katamso Medan Maimun mengadukan Himawan Loka alias Ahui ke Poldasu, diduga menggelapkan uang pembayaran kertas pembungkus nasi.

Selama ini korban selaku pemilik UD Naga Sakti Perkasa mengikat perjanjian dagang dengan PT ABL (Andrian Suwito) yang berlokasi di dusun I Kecamatan Pelanggiran Kabupaten Batubara.

Sedangkan CV Naga Sakti mengambil kertas pembungkus nasi dari PT ABL, sedangkan ABL mengambil pelastik dari UD Naga Sakti.

Pembayaran dari CV Naga Sakti ke PT ABL melalui manajernya Ahui. Ternyata. pembayaran tidak disampaikan kepada PT ABL.
Akibatnya korban diadukan PT ABL ke Polrestabes Medan dengan tuduhan penipuan.Tapi hakim PN Medan membebaskan Edwin dengan alasan bukan perkara pidana karena menyangkut hutang piutang.

 

 

Reporter : Zul

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *