Peletakan Batu pertama Rumah Tahfizh Kampung muallaf Baduy diwarnai Komflik

by -84 views

MITRAPOL.com, Lebak – Dalam rangka membangun generasi Hafizh diKabupaten Lebak, Komunitas Hafizh On The Street dan Pendiri Yayasan askar Kauny sekaligus Pencetus gerakan Menghafal Qur,an metode kauny, Ustad. Bobby Heribowo, Lc beserta Para Direksi Yayasan Askar Kauny Jakarta yang akan melaksanakan Pembangunan pondok pesantren Kauny Qur’an School (KQS) Sekolah Penghafal Qur’an Pertama bertaraf Nasional yang diperuntukan secara Gratis, diDesa Lebak parahiang kecamatan Lewidamar kabupaten Lebak Banten. Selasa (13/8/2019).

Kegiatan ini dihadiri Asda III Dedi Lukman dan beserta Muspida, Muspika, Camat, Kapolsek Lewidamar dan Koramil, Kepala Desa Lebak parahiang dan tokoh Masyarakat. Dan segaligus peletakan batu pertama oleh asda III beserta pendiri yayasan askar kauny dan ustad adung pendiri pondok pesantren nurunniyah.

Menggunakan sistem mengaji dengan Qur,an metode kauny sekaligus pencetus gerakan menghapal Al Qur,an yang berkaitan dengan kitab Al Qur,an yang sering dikaji di Pesantren Salafi atau Pondok Pesantren Tahfizh muallaf Baduy adalah salah satunya. Pondok yang didirikan 16 tahun oleh Ustad Adung.

 

Acara yang digagas oleh komunitas Hafizh on the Street kabupaten lebak yang dihadiri langsung pendiri yayasan Askar Kauny Jakarta Ustad Bobby Heribowo,LC. Berjalan lancar dan sesuai harapkan, tetapi setelah semua para tamu undangan bubar termasuk Asda III.

Tiba-tiba ada tamu dari Jakarta yang baru datang, dan seketika itu terdengar ada kegaduhan dari dalam acara antara Ustad Adung dengan Hadi Santoso, sepontan semua awak media mengarah keTKP ternyata benar saja sedang ada keributan beberapa orang yang berbicara dengan nada tinggi, antara Ustad Adung dan Hadi Santoso beserta istrinya yang merasa tidak dihargai oleh Ustad Adung, keduanya berdebat dan saling menyalahkan. Hingga akhirnya Kapolsek Leuwidamar turuntangan untuk melerai dan mendinginkan situasi.

Kh. Adung selaku pimpinan podok Pesantren Nurunninyah saat diwawancara oleh awak media mejelaskan,”awalnya pak Hadi sering kesini bersilaturahmi, dia bilang, kita ini kerja sama akhirat. saya tidak ada pikiran kesana kemari namanya infes akhirat, namanya orang mau kerja akhirat ya kita dukung, memang pak Hadi ini pernah membawa tamu kesini kalau enggak salah ada lima kali.”

“Awal pembangunan ini kita mau bangun bareng – bareng, setelah adanya kejadian ini, kalau pun memang tidak boleh dibangun di tanah milik pak hadi tidak apa-apa kita tarik lagi apa urusannya,” jelas Adung

Masih di tempat yang sama Hadi Santoso selaku pemilik tanah mengungkapkan,”saya sering kesini bersilaturahmi makanya begitu nyampe disini saya sangat menyayangkan dengan sikap pak Haji Adung, mengadakan kegiatan besar seperti ini tidak ada komunikasi ke saya, padahal bangunan ini berdiri di tanah saya, dari hasil sedikit-sedikit kita bangunkan pondok tempat mengaji dari awal ada murid 17 anak yang ngaji hingga sekarang sudah ada 100 orang jelas saya kecewa dengan pak haji Adung,” pungkas Hadi

 

 

Reporter : Soleh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *