Tersangka pelaku pembunuh Aris Ananda ditangkap, ini motif pembunuhannya

by -178 views

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh dibackup Jatanras Polda Aceh berhasil menangkap tersangka pelaku pembunuhan Aris Ananda (16) yang jenazahnya ditemukan terapung di Krueng Neng gampong Surien kecamatan Meuraxa kota Banda Aceh pada Senin (12/8/2019) pagi lalu.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasatreskrim Polresta Banda Aceh AKP Taufik mengatakan bahwa tersangka pelaku pembunuhan tersebut ditangkap secara maraton di lokasi yang berbeda usai polisi berhasil mengantongi identitas para pelaku

“Keseluruhan pelaku ada tujuh orang, enam pelaku masih masuk kategori anak-anak dan satu orang pelaku dewasa, mereka ditangkap di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar,” terangnya saat dikonfirmasi Mitrapol.com, Rabu (14/8/2019).

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto bersama Kasatreskrim Polresta Banda Aceh AKP Taufik. saat konferensi pers

Ia menjelaskan dari hasil pengembangan, polisi menemukan bukti dan petunjuk buang mengarah kesalah satu teesangka, tepat beberapa jam setelah penemuan jenazah korban.

“Kemudian dari keterangan tersangka pertama selanjutnya kita langsung bergerak dan mengamankan pelaku lainnya,” lanjutnya.

Masih menurutnya, motif pembunuhan yang dilakukan para pelaku tersebut berawal dari salah faham yang berlanjut ketindak penganiayaan hingga menghilangkan nyawa.

“Awalnya hal ini dipicu dari salah faham antara teman korban dengan salah satu pelaku, pada Minggu (11/8/2019) malam, hingga akhirnya terjadi penganiayaan atas teman korban, kemudian pelaku lainnya juga ikut menyerang korban hingga babak belur,” ucapnya.

Ia melanjutkan pada saat penganiayaan tersebut baik korban atau temannya tidak melakukan perlawanan, setelah pemukulan itu berhenti korban yang diboncengi temannya dengan menggunakan sepeda motornya berniat untuk pergi, namun para pelaku ini kembali mengejar, hingga akhirnya disalah satu tikungan korban terjatuh sementara temannya langsung tancap gas.

” Melihat hal itu kemudian salah satu pelaku langsung mencari korban yang saat itu bersembunyi di dalam saluran Krung Neng, pelaku berinisial R (15) dan M (16) tahun terus mencari korban disaluran air tersebut,” terangnya.

Dalam pencarian di malam hari itu kedua pelaku awalnya tidak menemukan korban, namun tersangka M kemudian dengan menggunakan senter milik R kembali mencari korban dan akhirnya korban ditemukan sedang merunduk di dalam air.

“Melihat korban sedang bersembunyi, kemudian R langsung mendekati korban dan membenamkan tubuh korban denga cara menginjak bagaian kepala dan bahu korban ke dalam air selama sepuluh menit,” ucapnya.

Pada saat kejadian korban sempat berusaha melawan namun karena tubuh korban sudah lemas akhirnya usaha perlawanan tersebut sia-sia.

“Dari pengakuan tersangka M yang melihat penganiayaan tersebut, selang beberapa waktu kemudian tersangka R keluar dari saluran irigasi, namun korban tidak muncul, kemudian para pelaku langsung meninggalkan lokasi penganiayaan,” terangnya.

Akhirnya pada Senin (12/8/2019) tubuh korban ditemukan dalam kondisi mengapung di saluran irigasi Krueng Neng, saat ditemukan tubuh dari mulut korban masih mengeluarkan busa, yang mengindikasikan bahwa korban kehilangan oksigen karena paru-parunya terisi air, selain itu ditemukan luka bengkak pada kepala sebelah kanan serta luka robek pada pipi kiri dan kanan korban.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa obeng gagang hitam, sandal dan pakaian korban, satu unit sepeda motor merk Honda Beat warna putih, satu unit sepeda motor merk Honda CBR dan satu unit sepeda motor merk Yamaha Jupiter warna hitam.

Ketujuh tersangka kini ditahan di sel Mapolresta Banda Aceh dan tiga diantaranya diganjar pasal 80 ayat 1,2,3 UU RI no 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak Jo pasal 170 KUHP Jo UU no 11 2012 tentang SPPA dengan ancaman hukuman 12 dan 15 tahun penjara.

 

 

Reporter: Safdar S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *