Bawa burung langka Nahkoda dan 8 ABK divonis 72 bulan kurungan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Berani membawa puluhan burung yang dilindungi, Nahkoda Zulkifli bersama delapan ABK Tug Boat Kenari Djaja milik PT Tjipta Rimba Djaja divonis masing-masing delapan bulan penjara.

Para terdakwa antara lain, Dedi Mart, Handra Butar-butar, Muhammad Saiful, Muhammad Siddik Ismail, Aditya San Prayoga, Muhammad Ilham Ramadhan, Umar Efendi, dan Joshua Fransciskus Hutabarat.

Putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim PN Medan Riana Pohan, Kamis (15/8/2019) dalam persidangan di ruang cakra 4.
Selain itu, para terdakwa juga dihukum denda Rp 5 juta perorang, subsider 2 bulan kurungan.

Menurut hakim, para terdakwai melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf a dan c jo pasal 40 ayat (2) UU RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Disebutkan, para terdakwa ditangkap Tim Patroli Laut KPPBC Tipe Madya Pabean Belawan ketika melakukan patroli rutin pengawasan antar pulau, Sabtu 13 April 2019.

Saat diperiksa TUG Boat (TB) Kenari Djaja dengan rute Pulau Buru Ambon- Belawan. ditemukan 28 ekor burung yang masuk kategori satwa dilindungi.

Satwa itu disembunyikan di kamar tidur ABK dengan membuat ruangan kosong dalam dinding kamar ABK (modus false concealment).

Meski para terdakwa mengaku, burung tersebut dibeli dengan harga Rp500 ribu hingga Rp2 juta perekornya dari warga setempat untuk dipelihara akan tetapi burung tersebut adalah hewan yang dilindungi.

Perlu diketahui 28 ekor burung terdiri dari 23 ekor Burung Nuri Ambon (Alisterus amboinensis), 1 ekor Burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory), 4 ekor Burung Kakaktua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea).

Burung-burung tersebut kini telah disita negara. dititipkan ke Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Sumatera Utara, dan dilepaskan dihabitat aslinya.

Penuntut umum dari Kejatisu, Sani Sianturi menyatakan pikir-pikir atas putusan itu, karena sebelumnya menuntut terdakwa 10 bulan penjara dan denda Rp5juta subsidair satu bulan kurungan, hal yang senada juga disampaikan para terdakwa.

 

 

Reporter : Zul

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *