Ketua GIMA sesalkan dugaan pemukulan Azhari Cage oleh oknum kepolisian

by -290 views

MITRAPOL.com, Tapaktuan – Ketua Gerakan Intelektual Muda Aceh (GIMA), Darwis menyesalkan dugaan pemukulan yang dilakukan aparat kepolisian dari polresta Banda Aceh terhadap anggota DPR Aceh, Azhari Cage saat unjuk rasa yang dilakukan sejumlah mahasiswa yang menuntut kejelasan tentang nasib Bendera Aceh di kantor DPR Aceh, Kamis (15/8/2019).

“Kami kecewa terhadap awak kepolisian atas insiden pemukulan terhadap anggota DPRA ketika menjumpai mahasiswa guna mendengarkan aspirasi mereka,” ucapnya kepada Mitrapol.com di Kota Fajar,Kamis (15/8/2019) malam.

Menurutnya saat insiden tersebut Azhari Cage sedang menemui mahasiswa untuk mendengarkan aspirasinya terkait kejelasan bendera Aceh yang tertuang dalam butir-butir perjanjian damai MOU Helsinki.

“Apakah salah seorang anggota dewan menemui mahasiswa yang sedang unjuk rasa, karena apa yang dilakukan Azhari Cage itu merupakan tugasnya sebagai wakil rakyat yang juga dilaksanakan sesuai arahan pimpinan DPRA,” ketusnya.

Informasi yang dihimpun Mitrapol.com, insiden pemukulan yang menimpa Azhari Cage berawal dari kedatangan sejumlah mahasiswa yang menuntut kejelasan tentang nasib Bendera Aceh ke Kantor DPRA, Kamis, 15 Agustus 2019 siang.

Sebagai anggota DPR Aceh, dirinya diminta oleh pimpinan untuk menemui mahasiswa yang sedang menggelar aksi tersebut, namun saat ia menemui peserta aksi sebagian dari mahasiswa mengaku tidak puas dan memaksa untuk menghadirkan ketua DPR Aceh.

Setelah berkomunikasi dengan pimpinan DPRA, Sulaiman selanjutnya bersama dengan Ketua DPR Aceh dirinya menemui para demonstran.Usai salat Asar, ternyata mahasiwa belum juga membubarkan diri. Mereka memilih untuk duduk di halaman kantor DPR Aceh.Para polisi yang mengamankan aksi unjuk rasa berupaya membubarkan mahasiswa dengan paksa, melihat situasi tersebut Azhari Cage bermaksud ingin melerai.

Namun, justru dia ikut dipukuli oleh sejumlah polisi yang mencoba membubarkan mahasiswa. Usai insiden tersebut Azhari berkonsultasi dengan pimpinan dewan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polda Aceh, serta meminta Kapolda untuk mengusut dengan tegas kejadian yang menimpa dirinya.

Sementara itu Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto membantah adanya pemukulan terhadap Azhari Cage, menurutnya saat aksi itu berlangsung mahasiswa yang sedang melakukan aksi unjuk rasa serta memaksa mengibarkan bendera Bulan Bintang di halaman belakang kantor parlemen tersebut, dan upaya ini di cegah oleh anggotanya.

Menurut Kapolresta Banda Aceh, usai salat ashar, para mahasiswa tersebut berupaya menurunkan bendera merah putih yang terpasang di halaman depan kantor DPR Aceh dan hendak menaikkan bendera bintang bulan pada tiang tersebut, namun rencana mahasiswa dilarang oleh anggotanya yang sedang bertugas kebetulan disitu juga ada anggota DPR Aceh, Azhari Cage, maka terjadilah aksi tolak dan dorong mendorong.

 

 

Reporter : Safdar S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *