Lahan seluas 2 Hektar milik Pemkab Lambar di Pekon Simpang Sari jadi misteri

  • Whatsapp
Misteri

MITRAPOL.com, Lampung Bara t – Sejak terjadinya demo oleh Warga Pekon (Desa) Simpang Sari, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat yang memprotes pemerintah Lampung Barat beberapa waktu yang lalu,bahwa desanya akan di bangun sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Pada Tahun 2017, sampai Saat ini masih menjadi misteri tersediri.

Awalnya lahan tanah seluas 2 Hektar yang dibeli oleh pemerintahan Lampung Barat pada tahun 2015/2016 ini sebelumnya akan di bangun TPA sampah dan lokasi yang akan di bangun TPA Sampah itu berdekatan dengan tanah milik warga yang rencananya akan dijadikan Tempat Pemakaman Umum (TPU) warga setempat,namun sejak terjadinya demo sampai saat ini belum ada tindak lanjut terkait lokasi tersebut.

Tukiran salah satu tokoh yang dituakan oleh warga Desa Simpang Sari saat tau Desanya akan dibangun TPA sampah oleh pemerintah kabupaten Lampung Barat, menolak dan menentang keras terkait pembangunan tersebut.

“Sebelumnya kami merasa kaget mas, tanpa ada musyawarah terlebih dahulu desa Simpang Sari akan dibangun TPA sampah oleh pemerintah dan aparat pemerintahan di desa tidak memberitahuan atau bermusyawarah terlebih dahulu dengan warga desa simpang sari,” ungkapnya

Kekecewaan pun semakin mendalam saat iya mengungkapkan,”Saya dulu mati-matian memperjuangkan desa Simpang Sari supaya mandiri, tapi malah mau di jadiin TPA Sampah, apa bakal tercemar desa ini nantinya,” tambah Tukiran.

Disamping itu Komarudin selaku pemilik tanah menerangkan bahwa,”pada saat itu,dugaan awal tanah milik warga desa Simpang Sari dijual oleh desa Simpang Sari Ke Pemerintahan kabupaten Lampung Barat tanpa sepengetahauan dan musyawarah desa. Dari situ masyarakat mendemo, selain itu masyarakat juga mendemo agar desanya tidak di bangun TPA Sampah, ” katanya

Tanah yang sebelumnya akan di bangun TPA sampah berdekatan dengan Tanah Warga seluas setengah hektar,disisi lain tanah yang akan di bangun oleh pemkab itu di atas lokasi tanah Milik masyarakat Desa Simpang Sari

“Lokasi yang dibeli oleh Pemkab Lambar pada tahun 2015/2016 kepada saya senilai 600.000.00 (enam ratus juta) itu bukan tanah milik Masyarakat melainkan tanah milik peribadi saya, tapi masyarakat presepsinya yang akan dibangun itu milik masyarakat, karena Lokasi tanah yang dibeli oleh Pemkab lambar berdekatan dengan Lokasi tanah Milik warga Desa Simpang Sari, dari situ lah masyarakat konplain,” pungkasnya.

Sejak adanya demo oleh warga Desa Simpang Sari beberapa waktu yang lalu, sampai saat ini, lokasi tanah seluas 2 hektar tersebut belum ada tindak lanjut oleh pemerintah Kabupaten Lampung Barat, apakah akan dibangun TPA Sampah atau akan di bangun dengan pembangunan lain.

 

 

Reporter : Deni Andestia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *