Pemuda adat Kasepuhan Sabaki, Gelar aksi simpatik menangkal polusi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – Melalui monentum perayaan Hari Ulang Tahun, HUT Republik Indonesia Ke- 74, Pemuda adat kasepuhan Se Banten Kidul (Sabaki) Kabupaten Lebak, menggelar aksi seruan simpatik menangkal polusi

Aksi pemuda sabaki ini dilakukan sebagai pesan moral melalui pembagian Masker gratis kepada masyarakat agar bisa sadar betapa pentingnya udara bersih tidak terkontaminasi polusi.

Pembagian masker gratis juga lakukan secara serentak bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dienam kecamatan diantaranya: Bayah, Cilograng, Panggarangan, Cibeber, Sobang dan Muncang Sabtu, 17/8/2019

Seperti diungkap PJ Ketua Pemuda kasepuhan adat Desa Cirompang, Kecamatan Sobang, Ajat Sudrajat, dirinya membagikan masker secara gratis sebagai wujud kepedulian agar masyarakat sadar bahwa menjaga kesehatan itu lebih penting daripada mengobati.

“Kami membantu membagikan masker gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap polusi diwilayah Sobang”, Kata Ajat ditengah kesibukan saat membagikan masker halaman dikantor UPTD Pendidikan Sobang

Ditempat terpisah, saat dihubungi melalui Pesan Aplikasi WhattsApp, Ketua Pemuda Kasepuhan adat Sebanten kidul, Sukanta memaparkan terkait gerakan aksi peduli polusi tersebut, kata dia, Kami pemuda adat kasepuhan sangat miris melihat sumber polusi sudah ada dimana-mana jika itu tidak dibarengi dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat maka dampaknya semakin berbahaya

” Semua lingkungan bersih sudah terjamah oleh polusi, terutama diwilayah industri seperti kecamatan Bayah, dan salahsatu gudang polusi adalah dijalan raya yang nampak jelas terdapat banyak debu ditambah asap kendaraan, Bayangkan saja akses ini dipakai untuk beraktifitas setiap hari termasuk anak sekolah dari mulai TK, SD, SMP, SMA/SMK dan juga lainnya, tentu ini sangat membahayakan”,Paparnya

Sekertaris Ormas Jaringan Relawan Masyarakat (JARUM) Kecamatan Sobang, Sudirman Permana mengapresiasi kegiatan aksi peduli polusi yang dilakukan para pemuda Kasepuhan adat sebanten kidul, menurut dia, kegiatan ini merupakan contoh positif dan aksi nyata.

“Saya tidak menilai soal harga masker yang murah dan bisa dibeli secara mudah, tapi nilai positifnya ini cukup luar biasa, karena kalau kita perhatikan masyarakat lebih banyak membeli obat sesak nafas yang mahal ketimbang membeli masker yang murah, Artinya kesadaran menjaga hirupan udara sehat masih kurang”,Pungkasnya.

 

 

Reporter : Ubay MCMP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *