Hiruk pikuk perayaan HUT RI, di Papatar masih banyak desa tertinggal

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Humbahas – Sudah 74 Tahun Negara Republik Indonesia Merdeka, seiring dengan perkembangan Kemajuan disetiap lini, bahwa Indonesia sudah diambang pintu nenuju sebuah Negara maju.

Termasuk Humbang Hasundutan yang sudah ber usia 16 tahun, setelah resmi menjadi Kabupaten yang dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Utara. Semenjak itu, Humbang Hasundutan mulailah bergerak bangkit berbenah diri mengejar ketertinggalannya.

Berbicara mengenai pembangunan Infrastruktur yang meliputi jalan Kabupaten, sampai jalan ke Desa Desa bisa dikatakan pesat, baik yang dibiayai dari APBN dan maupun APBD Tk I dan APBD Tk II. Tidak kalah pentingnya setelah bergulirnya Program Pembangunan Desa yang dianggarkan melalui APBN, yang besarannya satu miliar lebih setiap tahunnya, sehingga kemajuan masyarakat pedesaan itu sangatlah diharapkan sebagai mana disebut layak.

Akan tetapi bilamana kita melihat langsung ke Desa-desa di Humbahas yang disebut-sebut Humbahas hebat ini, masih banyak masyarakat yangn hidupnya dibawah standart atau sangat miskin, baik dari segi hunian, ekonomi, bahkan Inprastruktur Jalan yang sangat memprihatinkan, terutama Papatar.

Seperti salah satu Desa di Kecamatan Parlilitan, masih terdapat jalan di desa tersebut yang sangat buruk bahkan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, yaitu Dusun Nambadia Desa Sihastonga, selain pasilitas Jalan yang tidak memadai, jaringan penerangan Listrik (PLN) juga belum ada, sehingga kehidupan di Dusun tersebut masih seperti jaman penjajahan Tempo dulu.

Seperti penuturan dari salah seorang penduduk disana, bahwa anak sekolah dari Dusun itu harus jalan kaki sepanjang lebih kurang lima kilo meter, dia menambahkan, apabila musim penghujan maka anak anak kami sangat kewalahan pergi kesekolah.

Jadi kalau kita dengar anak sekolah menyanyikan Lagu Indonesia Raya, terjada bang hati ini menjerit, kata Merdeka, Merdeka, sementara kami belum Merdeka, tambahnya bergurau.

Menurut salah seorang Marga Purba dari Parlilitan menjelaskan bahwa, akibat sulitnya kehidupan di Dusun Nambadia tersebut, masyarakat ada yang memilih tinggal di Parlilitan, dan pulang ke rumahnya pada hari Sabtu untuk beribadah pada hari Minggunya, sekarang hanya Gereja Katolik yang ada.

Hal itu juga diamini oleh anggota Polisi Resort Parlilitan bermarga Sinaga. Dengan demikian apa bila Pemerintah Humbahas yang Hebat ini tidak memperhatikan Desa Sihastoruan ini, dikhawatirkan Dusun ini akan ditinggalkan semua penduduknya, sekarang Desa ini masih didiami sekitar 45 KK lagi, jelasnya.

 

 

Reporter : FP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *