IRT asal Langkat kurir sabu 200 gram, gol 11 tahun

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Nekat menjadi kurir sabu seberat 200 gram, Enda Yani Saida (36), warga Dusun II Bakti Desa Paya Tambak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat dan rekannya Saiful Amri (36) masing-masing divonis 11 tahun penjara.

Majelis hakim PN Medan, Kamis (15/8/2019) di ketuai Fahren SH dalam amar putusannya, menyatakan, sependapat dengan dakwaan penuntut umum. Kedua terdakwa tidak memiliki izin dari instansi berwenang menjadi kurir.

Dari fakta-fakta terungkap di persidangan, terbukti terdakwa melanggar Pasal 114 Ayat (2) jo. Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain itu terdakwa Enda Yani Saida dan Saiful Amri juga dihukum membayar denda masing-masing Rp1 miliar, subsider 3 bulan kurungan.

Hal yang memberatkan, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa bersikap sopan, berterus terang serta menyesali perbuatannya. Keduanya juga merupakan ‘tulang punggung’ perekonomian keluarga,

Putusan majelis hakim jauh lebih rendah dari tuntutan JPU. Sebab dalam persidangan sebelumnya, Nelson Victor SH menuntut keduanya pidana 14 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar, subsidair 6 bulan kurungan.

Menanggapi putusan majelis hakim, kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya dari LBH Menara Keadilan, Syarifatah Sembiring SH, maupun penuntut umum diwakili Randi Tambunan SH menyatakan, pikir-pikir.

Sesuai dakwaan, Kamis (22/11/2018), petugas Ditres Narkoba Polda Sumut melakukan pengembangan atas informasi masyarakat.

Kemudian petugas menyaru sebagai pembeli dan memesan sabu seberat 200 gram. Keesokan harinya terdakwa Amri mengatakan sabu yang dipesan harganya Rp124 juta.

Terdakwa Amri mengajak calon pembeli tadi bertemu di Jalan Medan-Banda Aceh. Persisnya di Kafe Podo Trisno kawasan Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat.

Ketika hendak melakukan transaksi, Amri datang bersama terdakwa Enda Yani Saida. Dua bungkus plastik sabu 200 gram disimpan di dalam tas sandang coklat merek Planet Ocean.

Setelah menunjukkan sabu, kedua terdakwa langsung dibekuk petugas. Saat diinterogasi, terdakwa Enda mengakui, sabu diperoleh dari Apung (DPO) dengan harga Rp55 juta. Apabila terjual, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar Rp14 juta.

 

 

Reporter : Zul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *