HUT RI Ke-74,Yoseph Umarhadi sosialisasikan 4 pilar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Indramayu – Anggota MPR RI Drs Yoseph Umarhadi, M.Si, MA menggelar Sosialisasi 4 Pilar Pancasila, UUD 45,Bhineka Tunggal Ika. Acara digelar di Aula Desa Wanakaya kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu.Minggu,(18/8).

Acara dihadiri oleh Kuwu desa Wanakaya Sunadi, Tokoh masyarakat,Tokoh Agama dan Juga rekan-rekan lembaga karang taruna desa wanakaya, serta petani non lokal Desa Wanakaya.

Mengawali pertemuan, Yoseph Umarhadi menggantikan atas nama pribadi dan lembaga, baik MPR maupun DPR RI selamat Hari kemerdekaan yang 74 di hadapan undangan.

“Pada hari ini saya berdiri sebagai Anggota MPR RI, bukan DPR RI. Nanti jika saya ke lapangan, ke sawah, ke sungai, ke embung, ke irigasi, itu baru saya sebagai DPR RI. Tapi kompilasi saya di sini sedang mencari soal 4 Pilar Kebangsaan dan UUD, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Pembacaan UUD 1945, mengheningkan cipta dan lain sebagainya, saya bertindak sebagai anggota MPR RI,” ungkap Yoseph Umarhadi yang mengawali pembahasan sosialisasi 4 Pilar pancasila,UUD 45,NKRI,Bhineka Tunggal Ika.

Yoseph Umarhadi mengungkapkan Negara Indonesia dibangun berdasarkan permusyawaratan, berdasarkan demokrasi dan perwakilan. Maka dari itu, selain ada Presiden ada juga lembaga permusyawaratan yang disebut dengan MPR / DPR RI.

Ia mengingatkan tentang pentingnya kedaulatan di tangan rakyat. Indonesia berdaulat menjadi negara semenjak pertama kali merdeka. Maka sebab itu, kata Yoseph Umarhadi, Negara Republik Indonesia berdaulat di atas kepentingan rakyat.

“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat berpartisipasi dalam permusyawatan diundang,” sebut Yoseph Umarhadi bunyi sila ke-4 Pancasila.

Pada bagian lain, Yoseph Umarhadi membahas soal bangsa Indonesia jauh sebelum Negara Republik Indonesia berdiri, membahas zaman Nusantara. Menurutnya, luas wilayah pada saat itu mencapai negara-negara sebelah, seperti Thailand, Malaysia dan Vietnam. Namun, kondisi saat itu bangsa Indonesia hidup di bawah tekanan para penjajah.

Di tangan Bung Karno dan Tim Pendiri bangsa Indonesia lainnya, kemudian negara republik bisa terbangun. Indonesia menyatakan kemerdekaannya sebagai negara yang berdaulat pada tanggal 17 Agustus 1945.

“Kita harus besyukur dan berterima kasih pada para tokoh pendiri bangsa,” katanya.

Setelah merdeka, lanjut Yoseph Umarhadi, pada perkembangan selanjutnya Indonesia sebagai negara Republik, memerlukan nilai, filsafat, pondasi, prinsip juga cara pandang yang mendasari suatu negara.

“Filsafatnya atau nilainya apa yang harus dilakukan sehingga kita menjadi bangsa? Apa yang membuat kita bersatu menjadi NKRI? Maka tiada yang lain adalah Pancasila. Apakah Filsafat kita, ideologi kita, nilai-nilai yang menyatukan kita semua. Bukan yang lain. di atas dibangun NKRI, “jelas Yoseph Umarhadi.

Lebih lanjut Yoseph Umarhadi mengutip kekayaan alam yang dimiliki Negara Republik Indonesia. Indonesia menjadi negara yang paling disegani bangsa dan negara lain. Indonesia memiliki jumlah penduduk lebih dari 300 juta jiwa dan 5 juta KM persegi luas Negara Indonesia, 3 juta KM persegi bentuk laut, sedangkan sementara 2 juta KM persegi terdiri dari daratan.

Bung Karno, kata Yoseph Umarhadi memiliki cita-cita yang luhur. Dalam sejarah, Bung Karno berkeinginan agar rakyat Indonesia berdaulat dalam 3 hal.

“Berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya. Itu cita-citanya. Agar rakyat Indonesia tidak lagi berada di bawah kungkungan dan bayang-bayang negara lain,”

Ditempat Yang sama Kuwu Desa Wanakaya Sunadi mengatakan,pertama tama kami mengucapkan banyak terimakasih atas kunjungan anggota MPR. RI Yoseph Umar hadi yang sudah memberikan pengetahuan tentang pentingnya tentang pancasila, UUD.45,NKRI Dan Bhineka Tunggal Ika kepada masyarakat kami.

“Dalam momentum Hut RI ini kami merasa sosialisasi tentang 4 Pilar sangat tepat dalam memaparkan isi tentang berbangsa negara kepada masyarakat kami,”ungkap sunadi.

Dengan sosialisasi 4 Pilar,kami berharap kepada masyarakat dapat memahaminya, karena, jarang ada sosialisasi semacam ini.

 

 

Reporter : Nanang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *