30 Tahun mencari dan menanti keadilan serta kepastian hukum

by -42 views

MITRAPOL.com, Langkat – Ahmad Samin Ketua kelompok masyarakat pemilik dari tanah ulayat di Desa Damar Condong /Desa Serang Jaya Hilir Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara, terus berjuang dan berupaya dalam mengembalikan tanah ulayat masyarakat seluas 280 Ha. Tanah tersebut telah dirampas secara paksa oleh PT. Mopoli Raya /PT. H. Sulaiman Saleh,

Sejak tahun 1934 mayarakat di Desa Damar Condong dan Desa Serang Jaya Hilir Kabupaten Langkat telah membuka dan menanami lahan ulayat mereka di blang panjang (sawah luas / sawah panjang) dengan tanaman padi, kelapa, rambung dan pisang serta menguasai lahan ulayat tersebut secara terus menerus hingga tahun 1989.

Sekitar bulan Oktober 1989 terjadilah perampasan atas tanah ulayat oleh PT. Sulaiman Saleh dengan dibantu oknum Brimob dan TNI serta mengatakan tanah yang ditanami masyarakat tersebut adalah milik perusahaan sesuai HGU yang dimilikinya.

Masyarakat diminta datang ke kantor PT. H. Sulaiman Saleh dan dalam pertemuan tersebut pihak perusahaan akan membayar biaya tebasan saja kepada masyarakat dengan nilai Rp. 3.500/rantainya dan jelas kami menolaknya, ujar ketua kelompok masyarakat Ahmad Samid.

Sejak itu secara paksa tanah ulayat tersebut dikuasai serta ditanami oleh PT. Mopoli Raya / PT. H. Sulaiman Saleh hingga saat ini.

Pihak masyarakat melalui ketuanya Ahmad Samin sudah berupaya baik ditingkat kabupaten hingga di tingkat provinsi tapi hasilnya sia-sia. Pada tahun 2014 tepatnya pada tanggal 24 September 2014 ketua kelompok yang beranggotakan lebih dari 200 orang tersebut datang ke Jakarta langsung membuat laporan ke Mabes Polri dengan tanda bukti laporan No. TBR/512/IX/2014/Bareskrim dengan laporan Polisi No. LP7882/IX/2014/Bareskrim tanggal 24 September 2014 dalam perkara pasal 385 KUHP.

Atas laporan tersebut berdampak positif, pada awal bulan keluar surat panggilan No. S.Pgl/529/II/2015/Ditreskrimum Polda Sumut tertanggal 04 Februari 2015 yang ditandatangani KASUBDIT HARDA BANGTAH AKBP. Yusup Saprudin, SIK dimana memberitahukan kepada ketua kelompok Ahmad Samid untuk hadir dilokasi PT. H. Sulaiman Saleh, bersama dengan penyidik unit V Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Sumut beserta pihak kantor BPN Langkat dan dari pihak perusahaan PT. H. Sulaiman Saleh guna mendampingi penyidik Kompol. R. A. Purba dan tim sebagai saksi untuk menyaksikan pengukuran lahan terkait dengan dugaan terjadinya tindak pidana Penggelapan Hak atas barang yang tidak bergerak sebagaimana dimaksud dalam pasal 385 KUHP.

Dijelaskan dalam surat panggilan tersebut, bagi pihak perusahaan agar membawa Data Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PT. Mopoli Raya serta juga membawa Peta Lahan dan alas hak tanah miliknya, akan tetapi yang awalnya timbul suatu harapan baru akan kasus yang dilaporkan menjadi suram kembali setelah ………………… (bersambung)

 

 

TIM

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *