Melalui Pelabuhan Tunontaka Nunukan, Malaysia kirim TKI bermasalah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan Hanton Huzali SH, didamping Kepala Seksi (Kasi) Wasdakim Bimo Mardi SH, melakukan pendataan sebanyak 226 orang TKI yang dideportasi oleh Pemerintah Malaysia. Rabu (21/08/2019). di tempat Pemeriksaan Imigrasi, Pelabuhan Internasional Tunontaka Nunukan.

Berdasarkan Surat Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu No. B-00248/Kota Kinabalu/190820 tentang Deportasi 266 Orang WNI dari Pusat Tahan Sementara (PTS) Kimanis, Papar, PTS Menggatal, Kota Kinabalu dan PTS Sandakan, melalui Nunukan Rabu 21 hingga 22 /08 2019 dilakukan Deportesi sebanyak 226 orang TKI bermasalah.

Kegiatan tersebut adalah, dari 117 orang Depor dirinci sebagai berikut, 99 orang laki-laki Dewasa, 18 orang Perempuan Dewasa yang diketahui 111 orang kelahiran Indonesia dan 6 orang kelahiran asing.
Dengan perincian masalah, 80 orang kasus pelanggaran Keimigrasian, 32 orang kasus Narkoba dan 5 orang lainnya kasus Kriminal.

Berdasarkan hasil temuan, dari 117 orang deportan, didapati informasi sebanyak 48 orang mengaku pernah punya paspor RI yang sudah habis masa tinggalnya dan 69 orang tinggal ilegal dan tanpa dokumen keimigrasian yang sah.

Dari 69 orang yang tinggal ilegal tersebut seluruhnya mengaku keluar tanpa melalui pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi, dengan rincian, 33 orang keluar lewat Sei Nyamuk; 9 orang lewat Aji Kuning Sebatik; 8 orang lewat Sungai Bolong; 19 orang mengaku lahir dan atau sejak kecil tinggal atau dibawa orang tua ke Malaysia.

Seluruhnya mengaku tau informasi jalur perlintasan non resmi tersebut dari keluarga dan Teman sesama TKI.

Selanjutnya pihak imigrasi Nunukan melakukan tindakan sesuai prosedur dengan membrerikan pengarahan tentang menjaga ketertiban selama berada di Nunukan oleh petugas Polsek KP3 Tunon Taka.

Selanjutnya oleh pihak Imigrasi para deportan tersebut diserah terimakan ke BP3TKI untuk ditampung di rusunawa setelah itu BP3TKI melakukan pendataan apakah TKI kembali kekampung halaman atau mengurus dokumen (Paspor) untuk kembali bekerja di Malaysia.

 

 

Reporter : Yusuf. P

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *