Unjuk rasa terkait dugaan rasis mahasiswa Papua berakhir anarkis

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Ribuan warga Mimika berunjuk rasa menolak persekusi, rasisme dan menyuarakan referendum atau Papua Merdeka di Timika, Papua, Rabu (21/8).

Massa awalnya berkisar 50an orang berkonsentrasi di bundaran Timika Indah, Kota Timika, kemudian bertambah secara angsur menjadi 200an orang dan berjalan kaki dikawal aparat keamanan dipimpin Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto bersama Dandim 1710/Mimika Letkol Inf. Pio L. Nainggolan, menuju Gedung DPRD Mimika di Jalan Cenderawasih, Papua.

Sepanjang perjalanan, pengunjuk rasa berorasi terkait perlakuan rasis terhadap Mahasiswa Papua dan menyuarakan yel-yel Referendum.

Setibanya di Gedung Parlemen Mimika, jumlah massa membludak hingga berkisar lima ribuan orang.

Sesaat setibanya, massa dari sisi kanan Gedung DPRD melempari kaca jendela gedung DPRD dan merusak pos penjagaan sisi kanan gedung DPRD.

Petugas keamanan kemudian menenangkan massa dan mereka kembali mendengarkan orasi dari utusan berbagai tokoh perwakilan per-kabupaten/kota di Papua maupun Papua Barat.

Dari berbagai orasi yang disampaikan intinya adalah mereka mengutuk tindakan rasisme dan dugaan pengusiran mahasiswa asal papua di Surabaya, Semarang dan Malang, Jawa Timur.

Selain mengutuk rasisme dan pesrsekusi mereka juga menyuarakan referendum atau kemerdekaan Papua Barat.

“Papua, Merdeka… Referendum, Yess..!!”
Demikian bunyi Yel-yel dari massa demonstran.

ditengah-tengah penyampaian orasi, massa meminta agar Bupati Mimika, Eltinus Omaleng dihadirkan namun hingga pukul 13.30 Wit Bupati Eltinus belum dihadirkan sehingga situasi makin memanas.

Orasi yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri ‘Solidaritas Masyarakat Papua Kota Timika Anti Rasisme/SMPKTAR’ berubah menjadi brutal saat massa melempari batu ke arah pimpinan orasi, para anggota DPRD Mimika, Kapolres dan Dandim Mimika serta aparat TNI dan Polri yang berdiri di depan menghadap massa.

Pihak kepolisian kemudian menarik kembali kendaraan penerangan polisi yang digunakam massa untuk berorasi, dengan sontak sebagian massa melakukan pelemparan gedung parlemen dan mulai rusuh.

Sebagian pengunjuk rasa terlihat berhamburan keluar ke jalan poros cendrawasih dan melarikan diri sebagian lagi melakukan perlawanan dengan petugas keamanan.

berbagai kendaraan termasuk kendaraan milik TNI/Polri yang berjejer di pinggir jalan poros cendrawasih depan gedung DPRD hingga kantor BPJS Ketenaga Kerjaan dirusak massa.

mereka juga merusak berbagai fasilitas lainya di sepanjang jalan protokol chendrawasih menuju kantor pusat Pemkab Mimika, beberapa fasilitas yang dirusak diantaranya sejumlah kantor milik pemerintah, Hotel, Kios dan sebagian rumah milik warga.

Atas kejadian tersebut kepolisian mengamankan sedikitnya 45 orang, 20 Orang diduga perusak Hotel Grand Mozza, 15 Orang diduga merupakan pegiat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan sisanya dalam dugaan melakukan pelemparan gedung DPRD Mimika.

Kapolres Mimika, AKBP. Agung Marlianto, MH kepada Awak Media menyayangkan adanya oknum-oknum yang menunggangi aksi demonstrasi tersebut kearah anarkis.

“Aspirasi yang awalnya mereka sampaikan berkutat pada isu rasisme yang dialami oleh mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang, Kita semua tidak membenarkan itu, Namun kemudian (orasi) berubah ke arah yang sejak awal kita khawatirkan ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu yaitu referendum, permintaan papua merdeka. Ini jelas-jelas tidak dibenarkan,” ungkap Marlianto.

Kapolres menambahkan, “Saat ini (petugas) sedang melakukan pendataan terhadap kerusakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, untuk kerugiannya, kami (polisi) belum bisa tafsir,” ujar Marlianto.

Dirinya juga menyatakan kendaraan yang rusak nantinya akan ditanggung Kepolisian Mimika.

AKBP Agung juga menyebut saat ini aparat TNI dan Polri masih terus disiagakan di sejumlah obyek vital di Kota Timika seperti Kantor, Mapolres Mimika, Kantor Polsek Mimika Baru (tempat ditahannya 15 aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Kantor DPRD Mimika dan lokasi strategis lainya.

Pantauan Mitrapol hingga Kamis (22/08) pukul: 00:30 WIT, Situasi mulai kondusif pada Rabu (21/08) sekitar pukul: 15:00wit.

 

 

TIM.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *