Korupsi BRI Agro Rantau Prapat, Mulyono dituntut 14 tahun penjara

by -52 views

MITRAPOL.com, Medan – Mulyono, dianggap debitur nakal, sehingga dituntut 14 tahun penjara, karena terbukti bersalah, kongkalikong dan menggunakan agunan fiktif, berupa SHM (Sertifikat Hak Milik) atas nama orang lain.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tengku Adelina dkk dari Kejatisu yang bersidang di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (22/8/2019) , mengatakan, perbuatan terdakwa telah merugikan Bank BRI Agroniaga Rantau Prapat sebesar Rp23,5 miliar.

Tak hanya dituntut 14 tahun penjara, dalam persidangan ysng dipimpin hakim ketua Syafrin Batubara itu, Mulyono juga didenda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan, bahkan harus mengganti kerugian negara sebesar Rp 23,5 miliar subsider enam tahun penjara.

Menurut jaksa, perbuatan terdakwa, bersama-sams dengan tiga terdakwa lainnya (sidang terpisah) telah melanggar pasal 2, UU No.31 tahun 1999 dan perubahannya UU No.20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebenarnya, dalam persidangan sebelumnys sempat didengar keterangan saksi ahli yang dihadirkan penasehat hukum terdakwa. Menurut saksi ahli (ade charge) perbuatan terdakwa tidak merugikan keuangan negara, sebab keuangan BRI Agroniaga bukan uang pemerintah, semestinya terdakwa dijerat dengan UU perbankan.

Uniknya, saksi ahli itu juga tidak membantah jika BRI Agroniaga merupakan anak perusahaan BRI yang notabene bank milik pemerintah.

Selain itu, secara terpisah JPU juga mendakwa Beni Siregar, Kukuh Apra Edi (Kepala Cabang BRI Agroniaga Rantau Prapat), Wan Muharamis (Mantan Kepala Cabang Kepala Cabang BRI Agroniaga Rantau Prapat.

Disebutkan, keempat terdakwa secara bersama-sama dan berkelanjutan, sengaja mengajukan pinjaman dengan menggunakan nama pihak lain.

Akibat perbuatan terdakwa sejak Maret 2013 hingga Desember 2015, kerugian keuangan negara mencapai Rp23,5 miliar.

 

 

Reporter : Zul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *