Mahasiswa desak soal video amoral Bupati Simeulue

by -248 views

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Aliansi Masyarakat Pemuda Peduli Simeulue, melakukan aksi turun kejalan di Simpang Lima Banda Aceh, terkait penuntutan video amoral Bupati Simeulue yang saat ini jadi perhatian masyarakat Simeulue. Rabu, (21/08/2019).

Kutar Maulana (korlap) dalam orasinya menyampaikan, “disini kami mendesak Mendagri dan Mahkamah Agung Republik Indonesia, untuk segera mengeluarkan fatwa dan keputusan pemakzulan terkait video amoral Bupati Simeulue, berdasar dari keputusan hasil sidang paripurna DPRK Simeulue (1/8/2019) yang telah mareka sampaikan ke Mendagri dan Makamah Agung.

“Simeulue saat ini ibarat ayam tanpa induk, anak ayam saling berebut kekuasaan, saling menjatuhkan, saling sikut kiri sikut kanan, demi perebutan harta, tahta dan wanita, kami rakyat simeulue menjerit dalam kebimbangan melihat tingkah laku para penguasa yang belum pernah terjadi selama ini,” ujarnya.

“Kekuasaan yang telah di berikan, dimana pertanggung jawabannya terhadap masyarakat yang ada di kabupaten Simeulue, ” maunya kami, pimpinan jadi panutan yang harus bisa ditauladani oleh warganya,” tegasnya.

Dalam aksi demo mereka juga mendesak Dinas Syariat Islam kabupaten dan Propinsi Aceh mengambil sikap tegas sesuai dengan Qanun yang berlaku.

” Hukum jangan di perlakukan semata-mata untuk masyarakat golongan bawah saja, giliran pelakunya pemangku jabatan atau orang berpangkat semua tutup mata, ibarat pisau ” tumpul keatas tajam kebawah ” sangat ironis jika hal ini terjadi di negeriku,” tambahnya.

Kami selaku mahasiswa/i sangatlah merasa malu atas kejadian ini, prilaku Bapak kami dalam video seperti menginjak-injak harga diri kami sebagai tunas bangsa yang ada di Simeulue.

Ditambahkan, mereka juga meminta penegak hukum mengusut tuntas aliran dana Siluman Rp 9, 65 Milyar yang diduga di selewengkan oleh Bupati Simeulue saat ini. Sedangkan anggaran rutin tersebut yang disahkan hanya satu Milyar persatu tahun. “Kami akan melanjutkan aksi lanjutan jika persoalan yang dituntut belum diselesaikan, ” tegas kutar maulana dan kawan-kawan.

Unjuk rasa berlangsung damai, setelah menyampaikan orasi di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh massa membubarkan diri.

 

 

Reporter : Sarwadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *