Sita barang tidak sesuai prosedur, Karantina Nunukan resahkan pedagang sayuran

  • Whatsapp
Foto Barang Bukti Bawang Putih dan Wortel milik Darmawati pengusaha sayuran Tarakan

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Darmawati (47) salah seorang pedagang sayuran dari Tarakan mengalami kerugian puluhan juta akibat sayuran miliknya Wortel dan Bawang Putih yang dia beli di Sebatik disita oleh petugas Karantina Nunukan pada hari Jumat, (26/07/2019) yang lalu.

Penyitaan sayuran milik Darmawati dilakukan Petugas Karantina Nunukan yang sedang memeriksa Hewan Sapi yang mau di bawa ke Tarakan mengunakan Kapal Feri KM Manta dari Nunukan ke Tarakan Tarakan.

Petugas Karantina langsung memeriksa barang tersebut lalu diturunkan, layaknya pencuri, yang pedagang sangat sesalkan tindakan petugas Karantina yang tidak manusiawi.

Menurut Darmati , barang miliknya berupa sayuran Wortel dan Bawang Putih disita oleh petugas Karantina diatas kapal lalu diturunkan, ujarnya kepada mitrapol, Kamis (22/08/2019).

Saat petugas Karantina menyita barang tersebut, terjadi adu mulut dengan pihak Sahbandar, yang mengatakan bahwa barang tersebut kalau mau disita harus dibuat berita acaranya (BAP) jangan main sita tanpa prosedural, ini barang resmi bukan barang curian dan barang seludupan.

Lanjutnya, pemilik membeli di Sebatik disertai Nota pembelian dan kalau menangkap harus menunjukan surat perintah dan melibatkan intansi jangan sewenang wenang mengambil barang milik orang lain dan kenapa milik orang lain tidak ikut diambil, yang diambil hanya milik ibu Darmati, jangan pilih kasi dalam menjalankan tugas, ujarnya.

Namun Petugas Karangtina tetap berkeras menurunkan barang tersebut mengatakan akan diamankan dan dikembalikan kepada pemiliknya.

Menurut Darmawati kalau mau menyita barang dari Malaysia itu di Pelabuhan Lalesalo tempat bongkar muat barang, sementara ini barang sudah beredar dalam negeri apalagi sudah diatas kapal tujuan Tarakan.

Petugas Karantina Nunukan Safto Hudaya

Kalau barang ini dianggap illegal kenapa bukan penjualnya yang di Sebatik tidak diamankan atau ditangkap tanyakan kepada penjual di Sebatik asak usul barang.

Darmawati menyesalkan tindakan petugas karantina melakukan penagkapan, kenapa tidak diproses hukum kok malah barang tersebut dibiarkan rusak begitu saja.

Darmawati selaku korban melaporkan persoalan ini ke Polres Nunukan untuk proses hukum lebih lanjut.

Sementara saat di konfirmasi Mitrapol, Petugas Karantina Nunukan bernama Safto Hudaya mengatakan,”Kami sita sekaligus mengamankan barang diatas kapal itu karane tidak memililki sertifikat kesehatan, kami hanya menjalankan tugas sesuai dengan UU N0: 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbu-tumbuhan,” ujarnya.

 

 

Reporter : Yusuf. P

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *