Soal pembatalan mutasi IPDA Redha, Kapolres Halteng temui 8 Kades di Gebe

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Kapolres Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, AKBP Andri Haryanto SIK menemui delapan Kepala Desa (Kades) dan satu orang Camat di Pulau Gebe.

Dalam pertemuan itu Kapolres Halteng, AKBP Andri kembali menanyakan protes masyarakat Pulau Gebe yang menolak mutasi IPDA Redha Astrian STK dari Polsek Gebe ke Polda Maluku Utara.

“Kami sudah baca berita lewat koran bahwa menolak mutasi Kapolsek. Sebelumnya saya berterima kasih bahwa kinerja anggota saya membuat masyarakat Pulau Gebe merasa nyaman. Saat ini kita hanya bisa menampung saran kalian, semua keputusan ada semua sama Pimpinan (Kapolda),” kata Kapolres, Jum’at (23/8/2019).

“Sejak lihat di koran dan online, saya sendiri ingin turun ke sini (Gebe) dan mau tau. Apakah semua ini keinginan masyarakat atau Kapolsek doang. Ternyata semua keinginan masyarakat Gebe,” sambung Kapolres.

 

Kata Kapolres, apa yang dikerjakan Redha adalah kinerja polisi yang sebenarnya, bahwa salah tetap salah, benar pasti benar. Tak memilih saudara atau kerabat.

“Saya berterima kasih karena kehadiran Redha mampu memberikan rasa nyaman terhadap masyarakat Gebe. Saya hanya bisa menyampaikan aspirasi bapak-bapak sekalian ke pimpinan,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Camat Kecamatan (Sekcam) Pulau Gebe, Hasnia meminta agar IPDA Redha adalah salah satu Kapolsek yang paling akrab dengan masyarakat.

“Kalau bisa tahan dulu. Kalaupun tidak bisa, kami inginkan ada sosok yang lebih baik dari pak Redha.  Karena kami sudah terbiasa nyaman. Jadi tolong jangan dulu pindahkan pak Redha. Kami masih ingin melihat beliau,” katanya.

Senada dengan Kades Elfanun, Jufri Rais, dirinya juga sangat merindukan sosok Redha, “Semenjak ada Redha, banyak hal yang terselesaikan. Berbagai masalah seperti minuman keras dan judi itu semua hilang semenjak ada pak Redha,” katanya.

“Sejujurnya kami sangat membutuhkan beliau. Kalau bisa jangan dulu di pindahkan dari Gebe. Kami khawatir jangan sampai ketika pak Redha pindah, penyakit masyarakat seperti dulu kembali lagi dan kacau,” sambung Kades Elfanun, Jufri Rais.

“Kami masih ingin bertatap muka dengan pak Redha,” titip Jufri.

Hal yang sama juga dilontarkan oleh Kades Yam, Sadel Juma. Kata dia, semenjak ada pak Redha, minuman dan hal lain yang terlarang di pulau Gebe teratasi dengan baik. ‘Kalau bisa kasi Redha waktu di Gebe barang satu tahun lagi atau beberapa tahun lagi. Tolong pikirkan keselamatan kami. Kami meminta bantuan pak Kapolres,” harapnya.

Disela itu Kades Kacepi, H Husen menambahkan, dulu semua masalah selalu diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi semenjak ada Redha, semua masalah selalu ditempuh dengan hukum. Sehingga ini bisa menjadi efek jera buat orang-orang yang sering membuat keonaran.

“Semua yang kami sampaikan ini adalah keluhan masyarakat Gebe. Kami tidak mengada-ada. Jadi sekali lagi kami mohon, jangan dulu pindahkan pak Redha. Tolong dengar keluhan kami,” pintanya.

Menanggapi keluhan masyarakat Gebe, kata Kapolres, apapun keputusan dari Kapolda, ia berharap para kepala desa bisa menerima dan mampu bekerja sama dengan pihak kepolisian dengan baik.

Tak sampai disitu, Kapolres secara pribadi menambahkan, semua orang membutuhkan kenyamanan. Dalam posisi seperti ini dirinya juga mengingatkan anggota yang mampu memberikan rasa nyaman terhadap masyarakat.

Perlu diketahui, pertemuan singkat itu dihadiri langsung oleh Kades Elfanun, Jufri Rais. Kades Sanaf Kacepo, Toto Esa. Kades Yam, Sadel Juma. Kades Kacepi, H Husen. Kades Kapaleo, Ahmad Haji, Sekcam Pulau Gebe, Hasniah dan Danpos AL, Letda Laut (PM), Aris Darsono.

 

 

Reporter : Sahwan

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *