Cetak sawah baru, Ketua kelompok tani dituntut 2 tahun

by -35 views

MITRAPOL.com, Medan – Ketua Kelompok Tani, Arifuddin Sirait (35) dan bendahara Ignatius Sinaga (32), dituntut masing-masing dua tahun penjara, karena terbukti selewengkan dana bantuan pencetakan sawah di Dairi, Sumatera Utara.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Dairi Dawin Sofian Gaja SH yang bersidang di PN Medan, Kamis (22/8/2019) juga menuntut kedua terdakwa membayar denda Rp50 juta subsider tiga bulan serta harus membayar uang pengganti Rp 12 juta subsider tiga bulan kurungan.

Dalam tuntutan disebutkan, pencetakan sawah baru seharusnya dikerjakan secara swakelola. Namun dalam praktiknya dialihkan kepada pihak ketiga (rekanan) oleh para terdakwa.

Terkait dengan penyimpangan penggunaan dana total Rp750 juta tersebut, Kejari Dairi juga telah menetapkan tiga orang tersangka dari pihak ketiga, ujar JPU.

Lebih lanjut, JPU menyebutkan, dalam dakwan kerugian keuangan negara sesuai hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebesar Rp86 juta. Namun pengakuan para terdakwa di persidangan sebesar Rp76 juta.

Sesuai dakwaan, tahun 2011 Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir mendapatkan dana perluasan sawah/cetak sawah dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Dairi sebesar Rp750 juta.

Terdakwa Arifuddin selaku ketua kelompok tani dan Ignatius selaku bendahara dipercayakan melakukan kegiatan itu dan pekerjaan ‘landleveling’ (pematangan sawah).

Kedua terdakwap mengajukan pencairan dana kepada saksi Herlina Lumbantobing selaku Kuasa Pengguna Anggaran. Namun pekerjaan seyogianya dikerjakan secara swakelola tersebut diberikan kepada pihak ketiga (rekanan). Akibatnya, negara dirugikan Rp 86 miliar.

Dari fakta-fakta terbukti adanya unsur pidana Pasal 2 Ayat (1) jo. Pasal 18 Ayat (1) Huruf b, Ayat (2), (3) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Diubah dengan UU 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

 

 

Reporter : Zul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *