Direktur CV Agung Lestari didakwa jual kosmetik tak miliki izin edar

by -43 views

MITRAPOL.com, Medan – Berani menjual kosmetik tak memiliki izin edar, Djajawi Murni (54) Direktur CV Agung Lestari, didakwa di Pengadilan Negeri (PN) Medan, dijerat dengan undang-undang kesehatan dan perlindungan konsumen.

Sidang lanjutan di ruang Cakra 5, baru-baru ini, dipimpin hakim ketua Erintuah Damanik, dihadirkan dua saksi yang menjelaskan saat penggerebekan gudang milik CV Agung Lestari di Jalan Merbau, Medan.

Saksi Roni Faisal, mantan supir di perusahaan milik terdakwa mengaku sebagai orang yang biasa mengantar produk ke sejumlah pelanggan di Pasar Sambas dan Petisah.

Saat petugas dari Polda Sumut mendatangi gudang penyimpanan barang, Roni mengakui, pihak manajemen CV Agung Lestari tidak bisa menunjukkan surat izin edar dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

” Pihak manajemen tak dapat menunjukan surat izin edar, sehingga petugas menyita kosmetik yang ada di gudang,” papar Roni.

Lebih lanjut Roni juga menjelaskan, sebanyak dua mobil pickup kosmetik tak berizin edar disita petugas.

“Ada banyak kosmetik yang disita. Kurang lebih dua mobil pick up, Pak Hakim,’ ujar Roni, sambil menambahkan jika tugasnya hanya mengantar barang.

“Tugas saya hanya mengantarkan barang ke konsumen di Sambas Pak hakim,” tandasnya.

Dalam persidangan sebelumnya, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anwar Ketaren SH dan Fransiska Panggabean SH mendapat teguran keras dari hakim ketua Erintuah Damanik.

“Macam mananya kalian ini, di dakwaan disebutkan jenis kelamin terdakwa perempuan. Tapi yang dihadirkan laki-laki. Betulnya ini terdakwanya?” sergah Erintuah dengan nada tinggi.

Menyikapi hal itu penuntut umum menganggukkan kepala dan mengatakan, “Siap salah. Akan diperbaiki.”

Sementara mengutip dakwaan, berawal tanggal 21 Januari 2019, petugas Polda Sumut menyatroni gudang kosmetik milik terdakwa di Jalan Merbau Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah.

Belakangan terungkap terdakwa mendirikan CV Agung Lestari tahun 2004, bergerak di bidang perdagangan dan jual beli kosmetik.

Kemudian, tahun 2013 terdakwa memulai usaha menjual kosmetik yang tidak memiliki izin edar. Kosmetik dibeli dari negeri jiran, Malaysia.

Tahun 2014, terdakwa ingin mengurus izin edar kosmetik yang diperjualbelikan melalui biro jasa bernama Kantor Felix. Namun saat itu, terdakwa hanya melalui komunikasi saja dan tidak membuat surat permohonan resmi secara tertulis. Sehingga terdakwa tidak dapat memiliki izin untuk memperjualbelikan kosmetik tersebut.

Selama menjalankan bisnis kosmetik ilegal, terdakwa mempunyai 16 konsumen tetap di Pasar Sambas dan Petisah.

Dengan begitu, Djajawi Murni dijerat pidana Pidana Pasal 197 jo. Pasal 106 Ayat (1) dan Pasal 196 jo. Pasal 98 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Serta Pasal 62 Ayat (1) UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

 

 

Reporter : Zul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *