Lurah Bukit Tunggal: Jadikanlah budaya sebagai alat kerukunan bangsa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Palangka Raya – Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-74 dengan mengelar kesenian tradisional kuda lumping masih menjadi hiburan favorit bagi masyarakat Kota Palangka Raya.

Salah satunya yang dilakukan Kelurahan Bukit Tunggal pada, Minggu (25/8/2019) Siang. Setiap HUT Kemerdekaan RI masyarakat selalu di hibur dengan Kesenian Kuda Lumping.

Wakil ketua paguyuban Turonggo Wahyu Budaya Sarino (45) mengatakan, ia membenarkan bahwa masyarakatnya sangat antusias dengan hiburan kuda lumping, baik dari kalangan anak anak, dewasa hingga orang tua.

Lanjut Sarino, tentunya mendukung kepada pihak pihak yang masih tetap berjuang melestarikan budaya baik itu Kesenian dari daerah masing-masing.

“Kita sangat mendukung sekali untuk tetap berjuang melestarikan kesenian budaya di Kalimantan Tengah karena kita sebagai orang perantauan dan generasi muda harus siap melestarikan budaya agar tidak punah,” jelasnya.

Kesenian Kuda lumping masih sangat digemari masyarakat, oleh sebab itu harapanya kebudayaan yang masih ada hendaknya kita jaga bersama agar tidak punah dan mari kita lestarikan budaya kita.

Masih ditempat yang sama Lurah Bukit Tunggal Muhamad Heri Fauzi juga mengatakan, masyarakat Palangka Raya merupakan penduduknya yang cinta damai, dari berbagai suku dan berbeda Agama, namun tetap rukun, kebudayaan merupakan sebuah Seni, bahwa Seni tidak pernah memandang suku.

Terbukti banyaknya sebagian masyarakat yang senang dengan Kesenian Kuda Lumping, bahkan bukan cuma sekedar nonton, namun kuda lumping sering di tampilkan sebagai hiburan dalam acara resepsi baik pernikahan maupun sunatan.

“Jadikanlah budaya sebagai alat kerukunan berbangsa dan bernegara, karena perbedaan merupakan Seni, dan Seni itu pada dasarnya adalah indah,” tutup Heri.

 

 

Reporter : Abimanyu/Tedy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *