Sudah sepuluh tahun Pabrik Nata de Coco berdiri tanpa pengawasan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Mencuatnya permasalahan pabrik olahan Nata De Coco diwilayah 16 Polos Mulyosari Metro Barat timbul setelah masyarakat sekitar resah akibat dampak pencemaran yang semakin parah saat ini.

Atas informasi warga sekitar, Mitrapol bersama awak media dan LSM melihat langsung aktifitas pabrik tersebut. Terdapat sepuluh karyawan yang sedang bekerja.

Saat berada dilokasi pabrik tim media berbincang dengan salah satu pekerja mengatakan bahwa bahan dasar dan proses pembuatan nata de coco,

“Bahannya air kelapa pak, didapat dari lapak-lapak di pasar, prosesnya dicampur dengan cairan pengental karet dan bahan lainnya yang didapat dari Jogjakarta,” ungkapnya kepada tim media, Kamis (22/08/19).

Dari fakta dilapangan terlihat pabrik Nata De Coco tidak layak dengan alasan, tempat proses pembuatan tidak layak dan kotor, tidak memiliki ipal dan kotoran langsung dialiri ke sungai yang berjarak hanya 3 meter dari lokasi pabrik, tempat pencucian peralatan kerja dan hasil produksi tidak memenuhi standar makanan yang dikunsumsi manusia, dan tidak memiliki izin dari beberapa dinas terkait.

Mujiono, pemilik pabrik Nata De Coco saat tim datang tidak berada di lokasi, dengan hasil investigasi tersebut tim media bersama masyarakat dan LSM akan menindaklanjuti ke dinas terkait guna kemanan produk yang dihasilkan.

 

 

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *