BKSDA Jakarta translokasikan 60 ekor satwa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen KSDAE KLHK) melalu balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta (BKSDA Jakarta) berupaya mewujudkan aksi nyata penyelamatan satwa liar yang dilindungi melalui persiapan pelaksaan translokasi.

Pusat penyelamatan satwa (PPS) Tegal Alur yang telah diajukan perubahannya menjadi tempat transit satwa (TTS) Tegal Alur berada dibawah pengelolaan Balai KSDa Jakarta merupakan tempat perawatan sementara satwa liar dilindungi sebelum adanya penetapan penyaluran satwa (animal disposal) oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE).

“Translokasi satwa saat ini merupakan kegiatan lanjutan dari terbitnya persetujuan Direktur Jenderal KSDAE yang pada tanggal 12 Agustus 2019 telah dilakukan Pers conference di tempat ini dengan tiga tujuan translokasi,” tutur Jakarta, Ahmad Munawir, S. Hut dalam press confrance di Balai PPS, Tegal Alur, Jakarta Barat, Senin (26/8/2019).

Lanjut Kepala BKSDA, satwa-satwa tersebut akan ditranslokasikan ke beberapa tempat di Indonesia, yaitu ke Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak untuk dilepasliarkan di habitatnya, meliputi, Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus) sebanyak 4 (empat) ekor, Kucing Hutan (Pelis bengalensis) sebanyak 3 (tiga) ekor, Musang (Paradoxurus hennaphroditus)sebanyak 1 (satu) ekor, dan Ular Sanca Batik (Python reticulatus) sebanyak 7 (tujuh) ekor.

Ditranslokasikan ke Balai Taman Nasional Way Kambas berupa, Buaya Muara (Crocadylus porosus) sebanyak 22 (duapuluh dua) ekor.

Ke Taman Wisata Alam Angke Kapuk meliputi, Jalak Kerbau (A cridotheres javanicus) sebanyak 2 (dua) ekor, dan Biawak Air Tawar (Varanus salvator) sebanyak 1 (satu).

Ke Yayasan International Animal Rescue Indonesia untuk direhabilitasikan sebelum dilepasliarkan di habitatnya berupa Kukang Iawa (Nycticebus coucang) sebanyak 6 (enam) ekor.

Ke The Aspinal Foundation untuk direhabilitasikan sebelum dilepasliarkan di habitamya, meliputi, Lutung jawa (Trachypithecus auratus) sebanyak 1 (satu) ekor, dan Owa Iawa (Hylobates moloch) sebanyak 2 (dua) ekor.

Terakhir yang akan ditranslokasikan ke Jakarta Animal Aid Network untuk direhabilitasikan sebelum dilepasliarkan di habitatnya, meliputi, Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) sebanyak 2 (dua) ekor, Elang Bondol (Haliastur indus) sebanyak 3 (tiga) ekor, Elang Laut Perut Putih (Haliaeetus Ieucogaster) sebanyak 1 (satu) ekor dan Elang Ular Bido (Spilornis cheela) sebanyak 5 (lima) ekor.

“Secara keseluruhan satwa yang akan ditranslokasi berjumlah 60 (enampuluh) ekor dari 14 jenis satwa. Berdasarkan penggolongan status satwa terdapat 9 (sembilan) jenis satwa dilindungi undang-undang dan 5 (lima) jenis satwa yang tidak dilindungi undang-undang,” ungkapnya.

Rencana translokasi satwa-satwa tersebut telah dipersiapkan dengan baik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan sampai dengan diperolehnya persetujuan translokasi satwa dari Direktur jenderal KSDAE melalui surat nomor : S. 514/ KSDAE/KKH/KSA2/ 7/2019 tanggal 15 Juli 2019.

“Selanjutnya dalam proses pengiriman, Balai KSDA Jakarta akan melakukan pemeriksaan satwa terkait kondisi kesehatan satwa sebagai dasar penerbitan Surat Angkut TSL Dalam Negeri (SATS-DN),” pungkasnya.

 

 

Reporter : Fera/Nita

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *