Haidar Alwi : Radikalisme dan paham khilafah “Goreng” issu rasisme di Surabaya dan Papua Barat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Issu rasisme dan juga perkusi terhadap mahasiswa yang berada di Surabaya dan juga kejadian kerusuhan di Papua Barat membuat beberapa tohoh masyarakat ataupun tokoh nasional memberikan pernyataan yang sangat mengutuk dan menyayangkan hal tersebut terjadi.

Haidar Alwi tokoh yang sangat peduli terhadap kemanusiaan, dan juga merupakan penggiat anti radikalisme dan intoleransi ini sangat mengutuk dan menyayangkan apa yang telah terjadi di Papua Barat dan juga di SUrabaya saat ini.

Apa yang telah terjadi di Surabaya saat ini tidak terlepas dari pada campur tangan dan juga peran serta dari paham radikalisme dan khilafah. Dimana titiknya itu di Surabaya dan Malang.

“Dari dulu permasalahan di Papua itu biasa. Permasalahan yang terjadi di Surabaya dan juga di Papua menurut saya itu adalah ulah dari pada paham radikalis dan juga paham khilafah. Makanya titiknya di Surabaya dan Malang. Paham radikalisme tidak akan berhenti sebelum Indonesia ini hancur sesuai dengan tujuan mereka,” ujar Haidar Alwi saat ditemui Rabu (28/08/2019) sore di kawasan Cikini.

Mereka mencoba ingin membuat bangsa ini terpecah belah dan hancur, seperti halnya yang telah terjadi pada bangsa di Timur Tengah seperti suriah dan Syriah dimana mereka membiarkan paham radikalisme dan paham khilafah itu berkembang.

“Mencoba membuat sesama anak bangsa diadu dan dibentrokan dengan memanfaatkan letupan-letupan issu yang timbul di masyarakat dan kemudian mereka goreng issu tersebut untuk menghancurkan bangsa dan itulah yang terjadi di surabaya dan juga di papua barat saat ini,” tutup Haidar

 

 

Reporter : BS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *