Aksi demonstrasi pemuda Papua, LKPHI tuntut pemerintah dan aparat keamanan tindak tegas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Negara Indonesia merupakan negara kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dimana terhimpun di dalamnya beragam keanekaragaman budaya dan kekayaan alam.

Persatuan dan kesatuan merupakan kekuatan bangsa ini, hal ini yang dapat melawan gerakan separatisme dalam bentuk apapun. Gerakan-gerakan separatisme inilah yang dapat memecahbelah bangsa yang besar ini dan harus di lawan dan dibumihanguskan hingga ke akar-akarnya.

Sejarah Bangsa Indonesia telah membuktikannya, bangsa yang besar ini diperjuangkan dengan darah dan air mata bahkan nyawa menjadi taruhan, tidak lain hanya untuk kemerdekaan dan persatua bangsa.

Lantas bagaimana bisa kita melihat begitu saja aksi saparatisme yang terjadi di tanah Papua dan juga di Jakarta semakin berkembang serta menjadi paradoks persatuan negeri kita, dengan adanya symbol makar dari pada aksi pergerakan yang dilakukan oleh saudara kita pemuda papua beberpa hari ini.

Dimana aksi tersebut jelas dengan sengaja memperlihatkan upaya penghinaan terhadap bangsa yang memiliki integritas sebagai bangsa Indonesia. Aksi tersebut sudah jelas dan nyata adanya penunggang gelap dengan adanya pengibaran bendera Bintang Kejora dan symbol OPM pada aksi separatis yang dilakukan di Papua Barat dan Jakarta, namun aparat dan pemerintah seperti diam dan membiarkan.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Pemerhati Hukum Indonesia (LKPHI) Ismail Marasebessy, SH melihat permasalahan papua merupakan suatu permasalahan bangsa yang harus di telaah dan di kaji lebih dalam oleh aparat keamanan dan juga pemerintah.

“Aksi demontrasi yang dilakukan pemuda papua pada hari ini di Istana dan juga aksi-aksi demontrasi beberapa hari yang lalu sangat disesalkan, klo aksi demontrasi yang merupakan bagian dari pada demokrasi mengunggkapkan pendapat sah-sah saja dan silahkan. Akan tetapi yg sangat kami sesalkan adalah aksi tersebut mengibarkan bendera bintang kejora dan memperlihatkan symbol-symbol dari pada Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan bukan bendera merah putih, kita tau bahwa proses pengibaran bendera selain merah putih itu pada saat aksi demonstrasi itu sudah merupakan tindakan Makar,” ujar Ismail pada awak media di kawasan Cikini (28/08/2019) Rabu sore.

Aksi demonstrasi yang dilakukan di depan Istana Negara dengan melakukan orasi dan juga mengibarkan bendera Bintang Kejora disaksikan oleh aparat Kepolisian dan TNI yang menjaga aksi tersebut namun kenapa didiamkan dan tidak ditindak dengan tegas aksi tersebut.

“Kami sangat menyayangkan aparat kepolisian dan TNI, membiarkan aksi tersebut dengan membawa dan mengibarkan bendera yang bukan bendera atau symbol dari pada bangsa Indonesia, malah mengawal dengan baik dan seksama aksi demontrasi tersebut, tidak ditindak. Menurut hukum apa yang dilakukan itu sudah merupakan tindakan makar, aksi tersebut sebenarnya sudah maker,” tutup Ismail.

 

 

Reporter : BS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *