BNI Cabang Medan salah transfer, PT DUM jadi terdakwa

  • Whatsapp

MITRAPOl.com, Medan – Bank BNI Tbk. Cabang Medan yang beralamat di Jl. Pemuda No 12 Medan salah tranfer dana sebesar Rp 3,6 miliar, ujungnya PT. Dharma Utama Metrasco dijadikan terdakwa.

Persidangan, Rabu (28/8/2019) di PN Medan, dipimpin Hakim Ketua Richad Silalahi beragendakan pemeriksaan terdakwa yang diwakili Direktur Utama Eddy Sanjaya didampingi kuasa hukum, Nifzul Ravli,

Eddy Sanjaya, mewakili terdakwa, membenarkan jika rekening perusahaan kemasukan dana sebesar Rp 3.610.574.000 dari BNI Cabang Medan yang nomor rekening pengirim tidak dikenal.

Menjawab pertanyaan majelis hakim dan jaksa penuntut, lebih lanjut Eddy menjelaskan jika PT Dharma Utama Metrasco bergerak dibidang travel dan penjualan tiket penerbangan yang dipimpinnya telah bubar.

Bahkan, pria berusia 66 tahun beralamat di jalan Kol. Soegiono, Medan ini, mengkui jika uang nyasar itu telah dipergunakan sebagian dan tak dapat dikembalikan seutuhnya.

Diakuinya ada peintaan dari BNI Cabang Medan, agar pihaknya mengembalikan uang yang nyasar secara penuh, namun Eddy meminta agar pengembalian secara cicilan.

“Saya minta pengembalian secara cicilan, tapi BNI menolak. Mereka minta pengembalian secara penuh sesuai dengan yang ditransper, saya tak mampu membayar semuanya, ” ujar Eddy.

Sementara, persidangan pekan lalu jaksa menghadirkan dua saksi ahli, yakni DR Mahmud Mulyadi ahli hukum pidana dan DR. Alfi Syahri ahli hukum perdata.

Kedua saksi hampir sepakat jika uang nyasar digunakan untuk pribadi, menjadi tanggung jawab pribadi, apabila digunakan untuk kegiatan perusahaan maka tanggung jawab terletak pada perusahaan.

Nah, sedikit aneh perusahaan menjadi terdakwa,”Ini pidana korporasi, yang jadi terdakwa adalah perusahaan,” ujar pengacara terdakwa, Nifzul Ravli kepada wartawan usai sidang.

Sesuai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosinta dan Sabrina, awalnya 12 Juli 2013 sekira pukul 09.00 WIB Saksi Raja Penawar Sembiring yang bertugas sebagai teller di PT. Bank BNI Tbk Cabang Medan.

Saksi menerima 2 berkas bilyet giro yang harus dilakukan setoran kliring yaitu setoran kliring ke rekening BNI PT Darma Utama Metrasco dan kedua rekening BNI PT Supernova

Pertama saksi melakukan pemindahan dana dari Bilyet giro terdakwa PT Darma Utama Metrasco sebanyak Rp 300 juta. Selanjutnya saksi Raja Penawar Sembiring memasukkan setoran kliring yang kedua dengan tujuan PT Supernova berupa satu lembar warkat Bilyet Giro CIMB Niaga No AAR 332078 dengan nominal Rp 3.610.574.000.

Saksi lalai dalam melakukan setoran kliring Bilyet giro CIMB Niaga No AAR 332078 sebesar Rp 3.610.574.000. Saksi hanya menggantikan nilai nominal Rp 3.610.574.000 tanpa melakukan pengecekan sumber dana dan tujuan transfer.

Sehingga dana sebesar Rp 3.610.574.000 tersebut masuk ke rekening BNI no 145798344 atas nama PT Darma Utama Metrasco, seharusnya ke rekening PT Supernova di Jakarta.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 85 Jo Pasal 87 jo Pasal 88 UU RI NO 3 Tahun 2011 tentang Transfer dana Jo Pasal 97 UU No 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

 

 

Reporter : Zul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *