Kami Papua Kami Indonesia, Dengan hati dan budaya bukàn dengan politik dan kekerasan

by -44 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Tanah Papua merupakan sebuah surga kecil yang jatuh ke bumi itu ungkapan dari syair lagu yang dinyanyikan Edo Kondologit artis penyayi asal papua.

Sejak resmi bergabung dengan Indonesia tahun 1969, Papua selalu menjadi sorotan Pemerintah Indonesia dan beberapa negara asing. Alasannya, kota yang sudah 74 tahun menjadi bagian dari Negara Zamrud Khatulistiwa tidak pernah mendapat keadilan dari segala macam aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada momen peringatan proklamasi Republik Indonesia yang ke-74 kali ini, dimana terulang kembali kejadian yang melukai sesama anak bangsa dan luka bagi NKRI, ketika mahasiswa dari Papua merasa dipersekusi dan mendapat tindakan rasial oleh beberapa organisasi masyarakat di Surabaya, Malang, dan Semarang.

Tindakan tersebut memicu kemarahan bagi orang papua. Kemarahan tersebut diperparah dengan pecahnya demonstrasi di Manokwari, Papua Barat, dan Jayapura hari ini, Senin, 19 Agustus 2019 yang dimana ini semakin membuat lebarnya DIsintegrasi di bangsa ini.

Persoalan papua ini sering timbul dan pemerintah tidak pernah dapat menyelesaikan dengan baik, hal ini yang kemudian mengakibatkan konflik yang cepat membesar dikarenakan adanya pergesekan sosial dan menjadi permasalahan politik yang kompleks, ini yang terjadi di Surabaya.

“Persoalan yang terjadi di Surabaya dan juga Papua dan Papua Barat adalah merupakan akumulasi dari kejadian dan permasalahan sosial politik terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, dan peristiwa seperti ini sering timbul tdk pernah selesai dan tertuntaskan dari dulu,” ungkap Alfian Akbar sebagai kordinator dari Ikatan Mahasiswa Timika pada (29/08/2019) di kawasan Cikini.

Di Papua tidak hanya tinggal orang asli Papua akan tapi banyak juga masyarakat pendatang dari luar Papua yang tinggal dan menetap di tanah tersebut jangan sampai ini berujung pada perang saudara. Aksi kekerasan tidak boleh berlanjut, karena hanya akan menjadi spiral kekerasan berikutnya. Selain itu negara harus segara hadir dengan pendekatan yang lebih humanis, berkeadilan dan berkemanusian dalam meredam situasi di Papua dan Papua Barat. Oleh karena itu Jangan ada sakit hati sesama anak bangsa yang diakibatkan ujaran kebencian atau ujaran bersentimen SARA, karena itu musuh Pancasila.

“Interasi politik dan sosial meninggalkan problem yang serius, persoalan rasial ini dapat mengakibatkan konflik politik yang akan sangat berdampak sangat besar, persoalan rasial ini dapat mengakibatkan konflik politik yang akan sangat berdampak sangat besar sehingga negara harus betul-betul serius untuk menyelesaikan persoalan ini, harus di selesaikan dengan baik dan cepat. Persoalan yg terjadi di surabaya harus di selesaikan dengan pendekatan budaya ataupun dengan hati dan bukan pendekatan politik atau pun kekerasan,” ujar Alfian.

Dalam kesmpatan itu juga Ikatan Mahasiswa Timika menyatakan sikap bahwa :

1. Kami adalah Pemuda Papua, kami orang Papua, Kami Juga Indonesia oleh karena itu kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia Untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI

2. Meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera menindak pelaku-pelaku rasialisme dan kami menyerahkan semuanya kepada proses hukum yang berjalan;

3. Menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk tidak terprovokasi terhadap isu yang dihembuskan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab yang hanya ingin menjadikan isu papua sebagai komoditi politik untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

 

 

Reporter : BS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *