Diduga cabuli 10 siswa, Polisi ringkus oknum guru PNS

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Ketapang Kalbar – Seorang oknum guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial HI (33) yang bertugas di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang diamankan Polisi belum lama ini, tersangka diduga telah melakukan pencabulan terhadap KP (13) muridnya sendiri, diduga ada sembilan murid lainnya yang menjadi korban pencabulan tersebut.

Saat ini tersangka pelaku telah diamankan di Polres ketapang, Kalimantan Barat.

Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto menjelaskan, pelaku berhasil diringkus di kediamannya di Kelurahan Mulia Baru Ketapang,Selasa (27/8)sekitar pukul 18.00 WIB.

“Salah satu orang tua korban membuat laporan di Polres Ketapang atas dugaan pencabulan yang dilakukan oleh salah satu oknum gurunya sendiri. Setelah dilakukan penyelidikan dan alat bukti, kemudian tersangka kita amankan,“ ungkapnya .

Pelaku pencabulan ini adalah salah satu guru yang berstatus PNS yang bertugas di Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Delta Pawan Ketapang,Tambahnya AKP Eko saat jumpa press Jum’at (30/8).

Dari hasil pemeriksaan, diakui tersangka kalau aksi bejatnya dilakukan sejak tahun 2015 saat korban duduk di bangku kelas 4 SD sering berulang-ulang melakukan pencabulan hingga sampai korban tamat sekolah, bahkan terakhir pada tanggal 25 Agustus 2019 melakukan hal yang serupa kepada korban, bahkan ada sembilan korban lain yakni,R, D, Y, D, ED, W, S dan SG merupakan anak muridnya sendiri yang menjadi korban pencabulan di tempat yang berbeda,‘’ terangnya.

“Pelaku kita persangkakan melanggar Pasal 81 ayat 1 dan 2 dan Pasal 82 jo 766 D dan atau Pasal 76 E Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlimdungan Anak dengan ancaman minimal lima tahun penjara,” terang Kasat Reskrim AKP Eko Mardianto.

Saat dipertanyakan awak media, pelaku membantah telah melakukan hingga 10 orang yang menjadi korban, “Yang saya lakukan benar, tapi hanya dua orang saja dan itupun saya melakukan sudah empat tahun yang lalu dan sudah berhenti tidak melakukan lagi, karena saya merasa menyesal, meskipun korban sering datangi saya minta uang dan itu saya menghindar, saya juga tidak tahu kalau korban melaporkan kejadian itu pada saat ini dari empat tahun sudah berlalu di Kepolisian Resort (Polres) Ketapang ,” jelasnya.

 

 

Reporter : Roy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *