Kepolisian dan Sekretariat DPRD Kota Cilegon batasi pelipurtan, IJTI dan FKWC akan lakukan aksi

by -45 views

MITRAPOL.com, Cilegon – Saat pelantikan dan pengambilan sumpah anggota dewan terpilih pada Rabu (4/9/2019), sejumlah awak media atau pun wartawan tidak bisa mengakses masuk kedalam gedung karena tidak memiliki id card khusus peliputan dari panitia.

Ketua IJTI Kota Cilegon, Adim Muchtaadin menjelaskan kepada awak media,”wartawan tidak dianggap ataupun dihalangi melakukan peliputan dan pengambilan informasi soal pengambilan sumpah jabatan itu pelanggaran UU,” tegasnya.

Pasal 18 Ayat 1 UU Nomor 10/1999 tentang Pers, dimana setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda sebanyak Rp 500 juta.

Atas dasar itu kami akan menyampaikan aspirasi didepan Mapolres dan Dewan Wartawan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Forum Komunikasi Wartawan Cilegon (FKWC) Kota Cilegon, akan melakukan aksi di depan Markas Kepolisian Resort Cilegon (Mapolres) dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Cilegon.

Adim menbahkan, pihaknya menuntut,meminta 3 hal :
Pertama Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso dan Ketua DPRD Kota Cilegon, Endang untuk meminta maaf secara langsung kepada wartawan.
Kedua meminta agar sejumlah pihak yang bertanggungjawab, seperti Sekretaris DPRD Kota Cilegon, Didi Sukriadi dan Kabagops Polres Cilegon, Kompol Sujatna dicopot dari jabatannya. Karena bertanggung jawab dengan semua proses pengambilan sumpah dan pengamanan.
Ketiga kejadian pembatasan peliputan tidak boleh lagi terjadi kalangan pemerintahan Kota Cilegon dan institusi lainnya.

Adim menegaskan, adanya Id Card yang di stempel pihak kepolisan baik untuk tamu dan panitia menjadi bukti jika kepolisan dan dewan bertanggungjawab atas pelarangan liputan tersebut.

Dengan pembatasan peliputan sama halnya mengkebiri demokrasi kebebasan pers. Ini bukan lagi jaman orde baru. Ditambah paripurna itu juga terbuka untuk umum, siapa saja bisa masuk.pungkas Adim.

 

R

eporter : Royen Siregar

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *